Hits: 14Jennifer Francesca Kota kecil itu masih berusaha pulih dari kekacauan akibat kecelakaan kereta api beruntun, yang menelan banyak korban…
Hits: 13Farah Asy-syifa Aku punya cerita, tentang sebuah rumah yang terbuat dari sinar matahari dan batang-batang pohon jati. Rumah itu,…
Hits: 20Raymond Putra Pratama Silalahi “ABANGGG… Aku disinii” teriak Lyla dari kejauhan. Sudah pukul 10 malam pada hari itu, dan…
Hits: 29Claudita Piesesta Tarigan “Tidak bisakah kau lebih baik?” *** “Selamat pagi semuanya, selama satu semester ke depan, sayalah yang…
Hits: 14Raymond Putra Pratama Silalahi Hari itu angin bertiup sangat lembut menyentuh kulit. Rasanya berbeda dari sini. Aku termenung di…
Hits: 56Ayu Nabila Putri Slurrppp, suara tegukan kopi favoritku di pagi hari. Tugas kantor yang aku dapatkan kemarin, cukup membuatku…
Hits: 26Muhammad Fikri Haikal Saragih “Apa yang kau takutkan?” tanya diriku sambil memegang dahi keheranan dengan sikapku yang terus diam.…
Pada beberapa akhir tahun yang lalu, ada seorang anak perempuan miskin yang hidup dengan menjual jasa semir sepatu dari pintu ke pintu
Hidup memang tak bisa ditebak, ada saja caranya untuk menggoyah hati. Mereka yang hampa jiwanya saling bertemu dengan pujangga yang bakal mengisi dunianya. Untuk selamanya? Belum tentu.
Raja melihat isi dompetnya yang tersisa hanya uang 20 ribu rupiah, satu tetes air mata berhasil lolos membasahi pipinya. Bahkan membeli minum untuk sekadar membasahi dahaganya saja ia tidak mampu. Karena uang yang dia miliki saat ini hanya cukup untuk ongkos pulang naik angkot.
