Ada kalanya dua orang bisa begitu dekat secara emosional, tetapi tetap memilih untuk menjadi teman. Kedekatan seperti ini dikenal dengan istilah Platonic Relationship, atau Hubungan Platonik.
Pernahkah kamu membeli beberapa barang secara spontan tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu? Fenomena ini disebut dengan impulsive buying. Impulsive buying sering disebabkan oleh diskon besar-besaran, gratis ongkos kirim (ongkir), keinginan untuk melepas stres, ataupun perasaan Fear of Missing Out (FOMO) yang diakibatkan oleh keinginan sesaat.
Di tengah bisingnya jalanan kota dan tumpukan tenggat waktu yang seperti tidak ada habisnya, pernahkah dirimu bertanya tentang ke mana biasanya kita pergi saat cuma ingin melarikan diri sejenak. Bagi banyak orang, rutinitas harian sering kali cuma berputar di dua tempat. Rumah menjadi ruang untuk beristirahat (first place), sementara kantor atau ruang kelas menjadi tempat produktivitas ditagih (second place).
Di tengah hiruk-pikuk dunia kerja modern yang sering kali menuntut kita untuk selalu aktif sejak pagi buta, sebuah tren baru lahir sebagai bentuk “pemberontakan” yang damai namun revolusioner, yaitu Chronoworking.
Di masa sekarang ini, mengonsumsi kopi atau ngopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Bukan hanya sebagai pelepas kantuk, kopi telah menjadi teman saat bekerja, mengerjakan tugas, hingga menjadi pelengkap obrolan santai dengan teman ketika menongkrong. Namun, apakah selama ini kita benar-benar mengetahui kandungan dari minuman yang sering dikonsumsi tersebut?
Sekarang ini, rokok dan vape sudah menjadi pemandangan yang biasa di kalangan anak muda. Mulai dari tongkrongan kafe, taman kota, hingga lingkungan kampus, selalu ada saja yang merokok atau menggunakan vape. Bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut bahkan sudah dianggap sebagai bagian dari gaya hidup anak muda masa kini.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, jargon “Belum kenyang kalau belum makan nasi” sudah menjadi doktrin kultural yang mendarah daging. Doktrin ini memicu ketergantungan akut pada satu komoditas pokok, yaitu beras.
Kalian tim kenalan lewat media sosial atau tim kenalan lewat kejadian tak terduga? Misal kalau dilihat di film-film, kamu tidak sengaja menabrak orang lain saat di koridor. Buku-bukunya berhamburan dan kamu berusaha untuk membantunya, hingga dari situlah mulai tercipta interaksi kecil tanpa rencana. Meski terdengar klise, pertemuan seperti ini ada kalanya memberi kesan manis yang sulit dilupakan.
Di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak orang terutama dikalangan anak muda yang memulai mengubah cara mereka memaknai hidup. Jika dahulu kepuasaan sering dicari lewat pembelian barang-barang branded serta kebutuhan fashion lainnya, kini arah itu sudah mulai bergeser. Banyak orang yang mulai memilih pengalaman sebagai prioritas utama, seperti liburan, konser, wisata kuliner, kelas hobi, hingga perjalanan yang memberi kenangan berkesan. Perubahan ini dikenal sebagai gaya hidup Experience Driven.
Di era sekarang, tas bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku. Bagi pelajar dan mahasiswa, tas sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Modelnya pun semakin beragam, mulai dari tote bag yang simpel, hingga tas selempang yang terlihat lebih praktis dan trendi. Dalam beberapa kondisi, orang akan lebih cenderung memilih tas berdasarkan penampilan dibandingkan dengan fungsinya.
