Sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk angka tahun atau dokumentasi yang kaku. Sering kali, esensi sejarah justru hidup dalam kisah personal mereka yang berani bersuara di tengah situasi yang mencekam. Salah satu bukti nyata dari hal tersebut adalah perjalanan hidup Wiji Thukul, seorang penyair sekaligus aktivis yang dedikasinya dirawat kembali oleh Tim Tempo melalui buku berjudul Teka-Teki Orang Hilang yang terbit pada tahun 2013.
Keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar terkadang mampu mengubah manusia menjadi sosok yang sama sekali berbeda. Ambisi yang awalnya terlihat sederhana, dapat berkembang menjadi sebuah obsesi yang perlahan menghancurkan akal sehat dan nurani. Mulai dari takhta, kehormatan, dan kemenangan seolah menjadi tujuan akhir yang diinginkan banyak orang.
Dibalik nama yang diambil dari salah satu anatomi tubuh perempuan, karya Sasti Gotama yang satu ini didasarkan atas beberapa penelitian mendalamnya, seperti riset medis, penalaran hukum, serta pengalaman nyata. Dengan tujuan agar dapat menggambarkan narasi luka mendalam yang kerap dialami oleh hampir keseluruhan perempuan. Karya tulis tersebut, berjudul Korpus Uterus yang dapat menghantarkan pembaca dalam lingkaran paradoks mengenai salah satu anatomi tubuh perempuan.
Bagaimana mungkin benda sesederhana penutup dada dapat berkaitan dengan perjuangan hidup, bahkan bersinggungan dengan situasi politik? Pertanyaan inilah yang perlahan terjawab dalam novel Entrok, karya Okky Madasari, dengan mengangkat kisah perempuan di tengah perubahan besar dalam sejarah Indonesia.
Selama ini, sebutan “cinta” sering kali terdengar seperti sebuah kata atau ungkapan yang memiliki makna mendalam, bahkan cenderung berat untuk diucapkan karena dirasa memiliki tanggung jawab besar yang tersimpan di balik kata itu.
Lembaran demi lembaran dibuka, yang terungkap bisa jadi bukan kebenaran, melainkan setumpuk alibi untuk mengecoh jalannya penyidikan. Seratus halaman pertama, kamu mungkin disajikan dengan asumsi yang terlihat “benar”. Namun, seratus halaman berikutnya, asumsi lain muncul dan terlihat sama benarnya. Begitulah sang penulis selalu menyusun teka-teki dalam setiap bukunya, termasuk buku yang berjudul Kesetiaan Mr. X.
Di antara deretan komik yang silih berganti mengikuti tren, Ten Ten Series masih bertahan dan terus menarik perhatian pembaca muda. Sejak mulai hadir pada awal 2000-an, komik yang memiliki banyak seri ini perlahan menemukan tempatnya di hati pembaca, seolah ikut tumbuh bersama mereka. Dari waktu ke waktu, seri ini terus menghadirkan cerita-cerita baru yang ringan, menarik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pernahkah kamu membayangkan menghadapi teka-teki yang tersembunyi di balik sesuatu yang tampak sesederhana denah rumah? Teka-Teki Rumah Aneh, karya Uketsu hadir sebagai bacaan yang menawarkan pengalaman berbeda dalam genre misteri psikologis. Buku ini direkomendasikan untuk pembaca usia 17 tahun ke atas karena memuat unsur kekerasan serta ketegangan batin yang cukup kuat.
Di tengah hiruk-pikuk opini yang semakin meluas, tidak semua suara dapat terdengar jelas. Banyak orang ingin mengutarakan pandangannya, tetapi sering terjebak dalam cara berbicara yang berputar-putar, penuh emosi, atau tidak terarah. Di sinilah buku Win Every Argument muncul sebagai bacaan menarik yang bukan sekadar panduan berdebat, melainkan kunci memahami cara berbicara yang benar-benar tepat sasaran.
Kesalahan dipersepsikan sebagai sesuatu yang harus dihindari, bahkan ditakuti. Namun, apakah benar kesalahan selalu membawa dampak buruk di kehidupan manusia? Melalui buku The Secret of Making Mistakes, Tungga Dewi mengulik rahasia kesalahan dari kacamata yang berbeda.
