Hits: 24Shafna Jonanda Soefit Pane Bel kedatangan berbunyi nyaring, pertanda seseorang baru saja mendorong pintu kayu yang sudah tampak usang…
Senja di Jakarta pada Juli kala itu, tepatnya di sebuah kafe, tampak sepasang jiwa tengah bercengkerama dengan tawa dan senyum yang seolah tidak bisa luntur di tengah ramainya lalu lintas sore itu.
Namaku Rara. Namun, di malam hari…, aku tidak lagi menjadi Rara. Setiap matahari terbenam, keheningan pun datang mengisi ruang kamarku. Aku merasakan sesuatu yang mengganjal pikiranku. Sesuatu yang bukan lagi aku, tetapi kehidupan lain di dalam diriku.
Sore itu alunan rintik hujan menggema ke seluruh kota, tampak seorang pria tua yang mungkin berusia sekitar 50 tahunan, duduk seorang diri di ujung sofa di dalam kedai kopi yang tidak ramai. Dipandangnya lamat-lamat kopi hitam yang sudah lama dingin di atas meja.
Hits: 13Shafna Jonanda Soefit Pane Berisik terdengar dari gudang bawah rumah. Barang yang saling bergesekan, batuk terdengar disertai ocehan. Seorang…
Hits: 17Evelin M. Purba “Woy, Sya, melamun aja lo!” Cita mendatangi Sya yang sedang melamun di bangkunya. “Iya nih Cit,…
Hits: 10Jennifer Francesca Kota kecil itu masih berusaha pulih dari kekacauan akibat kecelakaan kereta api beruntun, yang menelan banyak korban…
Hits: 11Farah Asy-syifa Aku punya cerita, tentang sebuah rumah yang terbuat dari sinar matahari dan batang-batang pohon jati. Rumah itu,…
Hits: 17Raymond Putra Pratama Silalahi “ABANGGG… Aku disinii” teriak Lyla dari kejauhan. Sudah pukul 10 malam pada hari itu, dan…
Hits: 27Claudita Piesesta Tarigan “Tidak bisakah kau lebih baik?” *** “Selamat pagi semuanya, selama satu semester ke depan, sayalah yang…
