Thalassa. Nama yang diwariskan kepadaku dari mendiang ibuku yang kerap dijuluki “Sang Pelaut Giat”. Mulanya, aku sangat menyukai nama tersebut. Hingga tiba saatnya, aku menginjak bangku SMA dan teman-temanku terus memanggil “Talas” ketika aku menyusuri lorong kelas. Toh, ga salah juga.
Sejak kecil, cita-cita Hartono sudah jelas: ia ingin masuk ke dunia hukum. Baginya, ‘keberanian itu ada di pikiran, sedangkan keadilan ada di hati’.
Dikenal sebagai siswa paling rajin dan disiplin di sekolah, Lisa, si anak SMA yang baru duduk di kelas 11 terpaksa harus menjadi “target empuk” para pembuli. Semua bermula dari insiden kelas minggu lalu.
Pagi itu, saat memasuki pelajaran biologi, guru melempar sebuah pertanyaan untuk memancing keaktifan suasana kelas. Aku dan temanku begitu kesulitan menemukan jawaban.
Hits: 28Shafna Jonanda Soefit Pane Bel kedatangan berbunyi nyaring, pertanda seseorang baru saja mendorong pintu kayu yang sudah tampak usang…
Senja di Jakarta pada Juli kala itu, tepatnya di sebuah kafe, tampak sepasang jiwa tengah bercengkerama dengan tawa dan senyum yang seolah tidak bisa luntur di tengah ramainya lalu lintas sore itu.
Namaku Rara. Namun, di malam hari…, aku tidak lagi menjadi Rara. Setiap matahari terbenam, keheningan pun datang mengisi ruang kamarku. Aku merasakan sesuatu yang mengganjal pikiranku. Sesuatu yang bukan lagi aku, tetapi kehidupan lain di dalam diriku.
Sore itu alunan rintik hujan menggema ke seluruh kota, tampak seorang pria tua yang mungkin berusia sekitar 50 tahunan, duduk seorang diri di ujung sofa di dalam kedai kopi yang tidak ramai. Dipandangnya lamat-lamat kopi hitam yang sudah lama dingin di atas meja.
Hits: 14Shafna Jonanda Soefit Pane Berisik terdengar dari gudang bawah rumah. Barang yang saling bergesekan, batuk terdengar disertai ocehan. Seorang…
Hits: 22Evelin M. Purba “Woy, Sya, melamun aja lo!” Cita mendatangi Sya yang sedang melamun di bangkunya. “Iya nih Cit,…
