Di tengah keberagaman mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), sosok Ahad Ameen Lutf Al-Awadhi, atau yang kerap disapa Ahed, hadir membawa cerita yang berbeda. Ia merupakan mahasiswa internasional asal Yaman yang sejak kecil tinggal di Arab Saudi.
Nama Cyndi Patricia Figo mungkin lebih dulu dikenal di dunia taekwondo. Perempuan kelahiran 2006 asal Sumatera Utara ini merupakan salah satu atlet muda yang konsisten menorehkan prestasi sejak usia remaja.
Muhammad Khalish, atau yang kerap disapa Khalish, merupakan salah satu mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang dikenal aktif dan multitalenta. Duduk di bangku semester enam, tidak menjadi penghalang bagi Khalish untuk terus berprestasi.
Tuti Masni H. Yura, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2022 yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik. Selain fokus menjalani perkuliahan, ia juga terlibat dalam berbagai program sukarelawan (volunteer), kegiatan sosial, hingga ajang pemilihan duta mahasiswa di tingkat nasional.
Setiap mahasiswa memiliki cerita perjalanannya masing-masing. Ada yang langsung menemukan minat mereka sejak awal kuliah, ada pula yang harus melewati berbagai penyesuaian terlebih dahulu sebelum akhirnya menemukan jalan yang tepat.
Bagi sosok Dinny Rahmayani Zebua, keberdayaan adalah kemampuan untuk memberi manfaat dan menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Ia meyakini bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi, sekecil apa pun langkah yang diambil.
Apa rasanya terlibat langsung dalam dinamika kerja organisasi internasional dan ikut mengambil peran di dalamnya? Dahulu, Satia Ras atau yang akrab disapa Iyaz, mengaku hal itu tak pernah terlintas di bayangnya.
Jesica Delima Br. Surbakti, kerap disapa Cika, merupakan gadis multitalenta yang berasal dari Sumatera Utara (Sumut). Ia telah membuktikan bahwa dedikasi sejak usia dini bisa membawa seseorang meraih prestasi tinggi di tingkat nasional.
Perjalanan inspiratif Adjie, dimulai dari ruang-ruang kelas sederhana di daerahnya. Sebagai pengajar muda, ia menyaksikan langsung bagaimana banyak siswa kehilangan kepercayaan diri, akibat fasilitas terbatas dan lingkungan yang kurang mendukung. Namun, justru dalam kesederhanaan itulah ia menemukan makna perjuangan pendidikan yang sesungguhnya. Ia meyakini bahwa setiap anak tanpa terkecuali, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih mimpi.
Aksi menanam sejak tahun 2002, dimulai Rosita dan suami dengan membeli lahan bekas kebun yang tandus dan gersang di Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Megamendung. Aksi yang ia lakukan bukan tanpa sebab. Berawal dari melihat kehadiran pembangunan yang semakin masif, membuat kekhawatiran bagi dirinya jika generasi selanjutnya tidak dapat mengenal tentang hutan.
