Apa rasanya terlibat langsung dalam dinamika kerja organisasi internasional dan ikut mengambil peran di dalamnya? Dahulu, Satia Ras atau yang akrab disapa Iyaz, mengaku hal itu tak pernah terlintas di bayangnya.
Jesica Delima Br. Surbakti, kerap disapa Cika, merupakan gadis multitalenta yang berasal dari Sumatera Utara (Sumut). Ia telah membuktikan bahwa dedikasi sejak usia dini bisa membawa seseorang meraih prestasi tinggi di tingkat nasional.
Perjalanan inspiratif Adjie, dimulai dari ruang-ruang kelas sederhana di daerahnya. Sebagai pengajar muda, ia menyaksikan langsung bagaimana banyak siswa kehilangan kepercayaan diri, akibat fasilitas terbatas dan lingkungan yang kurang mendukung. Namun, justru dalam kesederhanaan itulah ia menemukan makna perjuangan pendidikan yang sesungguhnya. Ia meyakini bahwa setiap anak tanpa terkecuali, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih mimpi.
Aksi menanam sejak tahun 2002, dimulai Rosita dan suami dengan membeli lahan bekas kebun yang tandus dan gersang di Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Megamendung. Aksi yang ia lakukan bukan tanpa sebab. Berawal dari melihat kehadiran pembangunan yang semakin masif, membuat kekhawatiran bagi dirinya jika generasi selanjutnya tidak dapat mengenal tentang hutan.
Di tengah maraknya kampanye keberlanjutan yang sering dijumpai, Reza Andika Siregar hadir sebagai contoh nyata bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari langkah sederhana. Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sumatera Utara (USU) ini pernah menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara 1 Implementasi SDGs 2023 dalam ajang Manifestasi Green Growth Economy di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tingkat nasional.
Semua orang berhak mendapatkan pendidikan, tanpa terkecuali. Namun tidak semua orang bisa menerimanya karena di masa sekarang ini, untuk mendapatkan akses pendidikan membutuhkan yang namanya materi.
Rosmalinda merupakan seorang dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU) yang telah berdedikasi sejak tahun 2008. Sosok akademis ini menyandang gelar S-1 dan S-3 di lingkungan FH USU serta mendapatkan S-2 dari Groningen University, Belanda. Tidak hanya cemerlang secara akademik, beliau juga aktif sebagai pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) terlebih pada kelompok marginal.
Ketika 12 hari pelayaran di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), dapat mengubah pemikiran seseorang pemuda untuk menginisiator sebuah gerakan yang bernama Gerak Muda Rempah. Jadi, bagaimana perjalanannya dapat membentuk komunitas dengan puluhan relawan yang disebut Rempah Muda yang kini membawa misi pelestarian budaya ke ratusan anak Indonesia?
Rainer Abraham Purba adalah sosok yang tidak pernah berhenti menyerah sebelum mencapai mimpinya. Ia mungkin tak pernah membayangkan langkah hidupnya akan menempuh perjalanan sejauh ini.
Yayasan Rumah Ceria Medan (YRCM) hadir sebagai wadah bagi anak-anak disabilitas di kota Medan, dengan bentuk sekolah inklusif. Didirikan oleh Yuli Yanika yang biasanya disapa sebagai Uye, beserta temannya Risa Riskayanti sebagai wakil pendiri (co-founder) dan sekretaris di YRCM.
