Tanpa adanya kesehatan mental, seseorang tidak akan mampu meraih dan merasakan kesejahteraan. Maka dari itu 10 Oktober selalu diperingati menjadi hari Kesehatan Mental Sedunia
Dewasa ini, healing menjadi kata favorit yang diucapkan oleh anak muda sampai orang dewasa. Tetapi, jika dilihat dari banyaknya orang yang memakai kata ini, apakah pemakaian kata healing ini sudah tepat?
Apa kamu pernah merasa jenuh akibat terlalu banyak menghabiskan aktivitas secara daring melalui Zoom Meeting? Jika pernah, berarti kamu sedang mengalami kondisi yang dinamakan Zoom Fatigue. Yuk, kenali lebih lanjut tentang Zoom Fatigue!
Saat ini penggunaan istilah psikologi burnout syndrome di kalangan masyarakat modern semakin banyak dipergunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang ketika mengalami kelelahan secara fisik dan mental yang berlebihan dalam pekerjaannya. Dilansir dari Fontiersin.org, burnout dapat diartikan sebagai kombinasi dari kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi yang disebabkan oleh stres kerja akut yang berlebihan.
Dalam memperingati hari Wanita Sedunia, Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya mempersembahkan webinar bertajuk “We Care About Mental Health” secara daring melalui Zoom, Sabtu (12/3/22).
Marissa Anita, sosok yang dianugerahi penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik di Festival Film Indonesia 2021.
Gigacover melaksanakan webinar bertajuk “Dampak Kesehatan Mental Terhadap Karir dan Perusahaan”. Webinar ini bertujuan untuk menyosialisasikan tentang betapa pentingnya kesahatan mental khususnya dalam pekerjaan.
Webinar bertajuk “Forgiveness and Self Acceptance” yang diselenggarakan oleh Komunitas Ruang Ekspresi Amor Fati, mengundang dua orang narasumber, yakni Ricka Setiopurnomo (Founder Komunitas Ruang Ekspresi Amor Fati dan penyintas Bipolar) dan Theresia Citraningtyas.
Bilik Celoteh, salah satu akun di Instagram yang berfokus pada kesehatan mental, mengadakan webinar dan safe space yang bertajuk “It’s Okay Not To Be Okay”, secara daring melalui Zoom, Sabtu (6/11/21).
Belakang ini, ramai sebuah teknik di mana kita dapat mengungkapkan apa yang kita rasa tanpa khawatir pandangan orang tentang kita, yaitu journaling.
