Meylinda Pangestika Gunawan

Believing in yourself is the first secret to success -Anonymous

Pijar, Medan. Pada dasarnya, sekitar tujuh miliar manusia sudah hidup di bumi dalam kondisi yang berbeda-beda. Beda dalam rasa, warna, gender, fisik, terlebih mental. Mental manusia, jika dilihat dari luar akan terlihat sama. Tapi, siapa yang tahu bagaimana dalamnya dan bagaimana perjuangan teman mental untuk terlihat sama.

Manusia adalah seonggok daging yang berlakon layaknya hakim yang paling kejam. Mereka menilai manusia sesuka hati ketika ada yang berbeda menurutnya. Hal tersebutlah yang membuat teman mental kita sulit untuk mengungkapkan apa yang mereka rasa dan memilih untuk menyimpan sendiri perasaannya.

Makin di pendam, akan makin berbahaya. Mereka perlu teman bicara, tetapi di satu sisi mereka takut akan dihakimi atas apa yang mereka rasakan. Belakang ini, ramai sebuah teknik di mana kita dapat mengungkapkan apa yang kita rasa tanpa khawatir pandangan orang tentang kita, yaitu journaling.

Journaling adalah kegiatan menuangkan semua pikiran dan perasaan ke dalam bentuk tulisan sehingga dapat memahami perasaan kita dengan lebih jelas. Hal ini sederhananya sama dengan menulis buku harian atau diary. Perbedaannya terdapat di diary bersifat lebih privasi, journaling sebaliknya. Journaling dapat memuat apa saja dari hal remeh hingga yang privasi, sehingga dapat memungkinkan untuk dibagikan ke orang lain jika kita menghendakinya.

Kegiatan journaling pada dasarnya bertujuan untuk bercerita kepada diri sendiri yang mana hal tersebut dimanifestasikan dalam bentuk tulisan. Ketika melakukan kegiatan ini, kita tidak perlu takut akan penghakiman yang akan dilakukan oleh orang lain. Kegiatan journaling juga menjadi salah satu cara agar kita lebih memahami diri kita sendiri.

Selain untuk menjaga kesehatan mental dan mengenal diri lebih dalam, manfaat lain dari journaling yaitu membuat kita menjadi lebih produktif, membantu kita lebih fokus melakukan sesuatu, memberikan me time di tengah dunia yang sibuk, memahami emosi, dan memahami do’s and don’ts terhadap diri kita.

Journaling sendiri ada beberapa macam jenisnya, sesuai dengan apa yang ingin kita lampiaskan saat melakukan kegiatan tersebut. Berikut beberapa macam jenis journaling yang Sobat Pijar bisa lakukan.

Pertama ada gratitude journal. Di mana dalam jenis journaling ini kita bisa menulis list kegiatan yang kita syukuri atau perbuatan baik yang kita lakukan dalam sehari. Gratitude journal memiliki tujuan untuk membantu kita bangkit ketika terjatuh. Penjelasannya, ketika kita jatuh maka list inilah yang menjadi pengingat bahwa tidak semua hal dalam hidup kita itu buruk dan masih ada bagian yang patut kita syukuri.

Selanjutnya ada emotional release journal, yaitu menulis berbagai respon emosi kita yang dirasakan dalam sehari. Kegiatan menulis dan mengungkapkan perasaan emosi secara mendalam hingga detail dapat membantu kita memproses serta merekonstruksi ulang cara kita menghadapi dan menerima apa yang telah terjadi.

Ada juga bullet journal, sebuah metode yang bisa diterapkan untuk menulis apa yang akan kita lakukan setiap hari, tujuan yang ingin kita capai, dan kenangan yang tidak ingin kita lupakan. Terlalu banyak hal yang kita pikirkan pada saat yang bersamaan seringkali membuat kita lupa dan tertekan. Dalam hal ini, menulis dapat membantu kita menjaga pikiran tetap teratur dan mengingat hal-hal penting tanpa ada yang terlewat. Nah, menjadi orang yang terorganisir adalah cara yang baik untuk mengurangi potensi stres. Karena di setiap diri manusia memiliki potensi stres, metode ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk menguranginya

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Tidak perlu ragu untuk memulai kegiatan journaling. Kamu hanya perlu untuk memulai, tulislah sesuatu yang ingin kamu tulis, tidak perlu berpatokan kepada metode cara yang tepat dalam membuat journal. kunci dari journaling adalah kebebasan. Jadi, jangan takut berekspresi! Suka-suka kamu aja mau journaling seperti apa, oke?

Satu hal lagi, mungkin Sobat Pijar sering bingung ketika ingin memulai sesuatu. Sebenarnya, ketika kita ingin memulai apapun itu yang perlu kita lakukan hanya ‘just do it’. Tidak perlu memikirkan memulai dari mana yang terpenting adalah lakukan saja dahulu ya!

(Redaktur Tulisan: Muhammad Farhan)

Leave a comment