Hits: 3

Erna Berliana

Pijar, Medan. Apa kamu pernah merasa jenuh akibat terlalu banyak menghabiskan aktivitas secara daring melalui Zoom Meeting? Jika pernah, berarti kamu sedang mengalami kondisi yang dinamakan Zoom Fatigue. Zoom Fatigue adalah perasaan lelah, gelisah atau cemas yang disebabkan oleh keseringan menggunakan platform komunikasi virtual seperti Zoom, Google Meet, dan lainnya.

Semenjak wabah Covid-19 melanda, semua kegiatan mulai dari pembelajaran di sekolah maupun di perkuliahaan, kegiatan bekerja, bahkan sampai berinteraksi dengan teman dialihkan secara online.  Hal ini membuat kita semakin sering menghabiskan waktu untuk menatap layar dan berkomunikasi secara virtual.

Apa sih penyebab Zoom Fatigue ini? Pertama karena adanya kontak mata intens dari jarak dekat yang berlebihan. Kedua, terus menerus melihat diri sendiri seperti bercermin di sepanjang obrolan. Dari sumber artikel Jeremy Bailenson diketahui bahwa memang ada emosional negatif saat secara berkepanjangan menatap diri sendiri. Sehingga kita seringkali memaksa diri untuk berpikir keras bagaimana mengatur cara bergerak maupun merespon. Tentu melelahkan.

Selain itu penyebab lainnya yaitu tidak leluasa melakukan pergerakan, karena mau tidak mau kita harus selalu berada di tempat yang sama agar kamera bisa menjangkau kita. Ini menyebabkan kita hanya dapat duduk dan menatap layar kamera, belum lagi faktor radiasi cahaya dari layar dan pencahayaan ruang yang harus disesuaikan. Terakhir adalah beban kognitif yang jauh lebih tinggi.

Dalam pertemuan langsung, tentu kita akan melakukan berbagai gestur untuk membantu menyampaikan pesan yang diinginkan. Kontak mata juga menolong dalam memastikan pesan telah dikirimkan dengan baik. Sayangnya, untuk memastikan hal tersebut dalam video conference, dibutuhkan tenaga lebih. “Kamu harus memastikan bahwa kepalamu dibingkai di tengah video. Jika ingin menunjukkan kepada seseorang bahwa kamu setuju dengan mereka, kamu harus melakukan anggukan yang berlebihan atau mengacungkan jempol. Itu menambah beban kognitif untuk berkomunikasi,” jelas Jeremy Bailenson.

Nah, ternyata selain membuat kita merasa lelah karena mengeluarkan energi yang banyak, Zoom Fatigue juga melelahkan secara mental. Hal ini dikarenakan pada saat melakukan kegiatan pembelajaran ataupun pekerjaan kita memerlukan konsentrasi yang tinggi, tidak leluasa untuk bergerak sebab terlalu lama menghadap pada layar, dan yang terakhir terlalu sering melihat layar dapat mempengaruhi ketegangan mata, sakit punggung dan pusing.

Dampak yang dirasakan dari Zoom Fatigue adalah kelelahan akut, memicu psikologis seseorang mengalami kecemasan berlebihan pada saat dirinya secara intens menjadi perhatian banyak orang, menyebabkan seseorang merasa lebih kewalahan, kelelahan dan mudah merasa tersinggung dan yang terakhir memicu stres serta berdampak bagi kesehatan fisik seseorang.

Melihat kegiatan yang kita lakukan secara daring tidak dapat terhindarkan pada saat ini, lalu bagaimana cara atau solusi yang bisa kita lakukan untuk menghindari Zoom Fatigue ini? Pertama, lakukan berbagai aktivitas diluar rumah yang dapat membuat tubuh kita melakukan banyak pergerakan misal dengan berolahraga, berinteraksi dengan keluarga, dan masih banyak lagi.

Kemudian, usahan untuk memberi selang waktu selama beberapa menit sebelum memulai online meeting berikutnya. Jangan lupa luangkan waktu selama 30-60 menit untuk mengistirahatkan mata dari layar dan lakukan peregangan. Kamu dapat mematikan kamera apabila tidak diwajibkan. Yang terpenting adalah jangan lupa untuk melakukan me time dan hindari aktivitas meeting online di hari libur.

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment