Nadin Amizah kembali meramaikan dunia musik tanah air dengan merilis lagu barunya pada 24 Maret 2021 lalu. Lagu yang ia garap bersama Ramadhan Zuqi dan Kevin Rinaldi sejak bulan Juli 2020 ini bertajuk “Seperti Takdir Kita Yang Tulis”, iya, takdir.
Kepercayaan adalah kunci utama untuk dapat bersatu. Dalam film ini, akan disuguhkan seberapa pentingnya nilai kepercayaan yang ada, seberapa rusaknya hati seseorang bila kepercayaan yang diberikan telah dirusak. Lantas, nilai sosial apalagi yang dapat kita ambil maknanya lewat film Raya and The Last Dragon?
Teori konspirasi bukanlah suatu fenomena yang baru lagi pada saat ini. Sejak dahulu kala memang teori konspirasi telah banyak dikemukakan dan silih berganti mengisi ruang-ruang perdebatan mengenai berbagai macam isu yang populer diperbincangkan oleh masyarakat banyak.
Dilansir dari situs halodoc.com, definisi dari teori konspirasi merupakan sebuah keyakinan di mana terdapat beberapa kelompok yang bertemu secara rahasia untuk membuat rencana tertentu dan melaksanakannya untuk tujuan yang jahat. Mereka mempunyai kelompok tertentu yang akan mengendalikan hajat hidup orang banyak.
Jika film selalu menyuguhkan latar dan tokoh yang beragam, hal itu tidak akan ditemui dalam film thriller India berjudul Pihu. Film yang diperankan seorang balita bernama Pihu (Myra Vishwakarma) memang hanya menceritakan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh seorang balita berusia dua tahun dalam apartemen. Namun, apa jadinya jika balita tersebut terperangkap selama tiga hari bersama seorang mayat? Kira-kira hal apa yang dilakukan balita tersebut untuk dapat bertahan hidup?
Secercah harapan baru muncul di dunia perfilman Indonesia. Tanah air kembali dengan film bertemakan hewan dan manusia setelah sekian lamanya. Mungkin sudah menjadi hal biasa untuk menemukan film sejenis ini dari luar negeri, contohnya saja Air Bud dan Hachiko. Namun tidak dengan Indonesia melalui film terbarunya, June dan Kopi.
Ketika sebuah karya musik menjadi medium pelampiasan rasa di hati, wujudnya pun berubah menjadi sebuah pesan istimewa. Balutan peristiwa nyata tanpa sekat atas refleksi kehidupan dengan improvisasi melodi-melodi yang tak biasa, Hindia menuangkan isi kepalanya melalui senandung lagu bertajuk “Rumah ke Rumah”
Ketika hari demi hari seperti teka-teki yang tak kunjung berakhir, bahagia hanya dimaknai sebagai kesenangan semata, sedih dimaknai sebagai kesalahan yang fatal, dan harapan dapat hilang dengan mudahnya lalu berganti menjadi kebimbangan. Ketika teka-teki tetap belum berakhir, hanya rasa khawatir yang memenuhi pikiran, dan kekhawatiran berubah menjadi penyakit yang menyelimuti diri sendiri. Begitulah permasalahan ini digambarkan dalam tokoh Aza Holmes oleh John Green dalam novel Turtles All the Way Down.
Cerdas, mandiri, elegan, dan peduli pada para lansia adalah ha-hal yang melekat dalam diri Marla Grayson. Itulah hal pertama yang terlihat dalam trailer film yang tayang dalam platform Netflix berjudul I Care a Lot. Tapi tunggu dulu, sebenarnya itu hanyalah penampilan luarnya saja. Apa yang di dalam layaknya serigala berbulu domba. Tokoh utama dalam film ini merupakan seorang penipu ulung yang mengatasnamakan “kepedulian”.
Lirik yang tersirat dalam lagu “To The Bone” dianggap sangat dekat dengan targetnya, yaitu para milenial. Dimana lagu ini bercerita tentang percintaan dan harapan.
Bagaimana cara menulis suatu tulisan berita atau feature yang menarik dan tidak membosankan bagi pembaca? Apalagi di zaman yang modern ini rasanya membaca suatu berita adalah hal yang kurang digemari. Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat ditemukan di buku berjudul Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Goenawan Mohamad yang dengan apik memaparkan garis besar sebuah berita keras (hard news) yang sangatlah berbeda dengan menulis feature.
