Hiburan

Istirahat, Kamu Perlu Menikmati Hidup

Manusia memang terlahir dengan sifat yang tidak pernah puas. Ketika satu hal tercapai, kemudian ia berusaha menggapai hal-hal lainnya. Tetapi, apa yang sebenarnya kita cari? Apakah kepuasan, jati diri, atau sebenarnya kita hanya tenggelam di tengah sibuknya dunia dan berusaha mengikuti arus?

Setidaknya, itu yang Haenim Sunim coba kupas dalam bukunya The Things You Can See Only When You Slow Down yang terbit pada tahun 2012 di Korea. Melihat antusias masyarakat yang luar biasa, buku ini kemudian diterjemahkan ke dalam 5 bahasa seperti Cina, Jepang, Thailand, Perancis, dan Inggris.

Belajar dari Sosok Tak Kasatmata

Dari sekian banyak sosok tak kasatmata yang pernah Sara temui dalam hidupnya, ia hanya memilih sosok hantu yang menurutnya paling berkesan. Tidak hanya berkesan tetapi ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari sosok tersebut. 7 sosok hantu yang akhirnya ia pilih dan putuskan untuk menuangkannya dalam sebuah tulisan.

Wingit merupakan sebuah novel karya Sara Wijanto yang akrab disapa dengan sebutan “Nyai”. Novel yang dibaluti cover warna hitam pekat terkesan selaras dengan judulnya. Wingit berasal dari bahasa jawa yang artinya angker. Novel ini diangkat dari kisah nyata pengalaman hidup Sara yang dikenal memiliki hubungan dengan kehidupan mistis.

Katanya Mau Mati, Kenapa Malah Memikirkan Jajanan Kaki Lima?

Mendengar suara-suara halusinasi, melihat hal-hal khayalan, dan melukai diri sendiri bukanlah sebuah penyakit. Seperti sebuah flu ringan yang membuat tubuh kita sakit, rasa depresi yang ringan pun membuat mental kita sakit.

Begitulah yang dialami oleh sang penulis, Baek Se Hee wanita yang lahir di Seoul tahun 1990. Buku ini diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh dirinya sendiri. Baek Se Hee yang mengalami persistent depressive disorder atau distimia selama kurang lebih 10 tahun.

Setelah menamatkan jenjang perguruan tingginya di salah satu Universitas dengan jurusan Sastra, Ia bekerja di salah satu penerbit selama lima tahun. Sembari bekerja,  Baek Se Hee mencoba mengunjungi berbagai psikolog dan psikiater. Singkat cerita, Baek Se Hee akhirnya menemukan rumah sakit yang cocok pada tahun 2017 dan saat ini sedang menjalani perawatan, baik dengan  konsultasi maupun bantuan obat.

Kata Mereka, Kamu Terlalu Banyak Bercanda

Sebuah amplop kecil berwarna oranye terang akan didapati begitu membuka cover buku yang didominasi dengan warna biru dan putih ini. Tertera sebuah tujuan nama, ‘Untuk: Awan (2047)’, di depannya. Isi nya adalah pesan yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2018.

“Awan, katanya ‘kamu terlalu banyak bercanda’. Mereka benar… Tapi bisa lewati masa sulit dengan jenaka. Rasanya, kamu bukan orang biasa.” tulis Awan saat itu untuk dirinya di masa depan.

Sosoknya yang ‘gampangan’ menghadapi situasi getir, dan jarang memperlihatkan kesedihan membuat mereka-mereka yang melihat Awan, mengecapnya ‘terlalu banyak bercanda’. Padahal Awan juga punya masalah. Nafasnya sering diam-diam menderu menahan amarah. Jelas ada saat di mana ia muak dan ingin mengamuk saja pada semesta. Ia pula, punya ingin yang harus diredam agar tidak ada angan raga lain yang berduka.  Seperti manusia selayaknya.

California, Mimpi Tiga Pemuda Asal Indonesia yang Sukses di Amerika Serikat

Kita sebagai warga Indonesia, dapat kembali berbangga melihat adanya pemuda asal Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Kali ini kabar gembira itu berasal dari industri musik, tiga pemuda asal Indonesia yaitu Rapper Rich Brian, NIKI, dan pendatang baru Warren Hue mengeluarkan lagu hasil kolaborasi mereka berjudul California.

Rapper Rich Brian, memiliki nama asli Brian Imanuel Soewarno, kini berusia 21 tahun. Jika menilik dari Wikipedia, ia adalah seorang penyanyi rap, produser rekaman, dan penulis lagu. Pada tahun 2017 berhasil memenangkan penghargaan Indonesia Choice Award. Kemudian, NIKI dengan nama kelahiran Nicole Zefanya, kini berusia 22 tahun. Ia adalah seorang musisi, penulis lagu, dan produser rekaman. Terakhir ada pendatang baru bernama Waren Hue, dengan nama panggung Warrenisyellow, kini berusia 18 tahun. Ia merupakan musisi keempat dari Indonesia yang bergabung dengan label musik asal Amerika Serikat, 88rising.

Novel Katarsis, Sebuah Pengungkapan Emosi dan Pemulihan Diri dari Trauma

Katarsis merupakan novel pertama karangan Anastasia Aemilia bergenre psychology thriller yang terbit pada 2013 oleh Gramedia Pustaka Utama. Kemudian cetakan keduanya pada tahun 2019 dengan pembaharuan desain dan ilustrasi sampul baru, yaitu nuansa warna merah sangat mewakili isi cerita yang tampak lebih menarik. Novel setebal 261 halaman ini memiliki versi atau terjemahannya dalam bahasa inggris yang berjudul ‘Catharsis’.

The Promised Neverland Kisahkan Perjuangan Hidup di Balik Tembok

Di sana, tinggal puluhan anak dari latar belakang berbeda  yang telah kehilangan keluarga sejak mereka kecil. Kehidupan di panti ini tidak sama seperti kebanyakan cerita di luar sana yang biasanya diisi dengan kesedihan.

Sejuta Makna Tersirat untuk DPR dan Rakyat Indonesia dalam DPR Musikal

Musikal ini terbilang sukses menyuguhkan kritik terhadap lobi-lobi demi kepentingan golongan yang berkuasa, kebijakan yang kerap tidak berpihak pada rakyat tertindas, tindakan suap dan korupsi, dan hal-hal lain yang selama ini banyak menjadi kegelisahan rakyat terhadap wakil mereka di parlemen. DPR Musikal juga terbilang berhasil menyajikan getirnya pertarungan ideologi di DPR.