Shalli Anggia Putri

Medan, Pijar. Siapa yang tidak tahu dengan film The Greatest Showman? Film musikal garapan Amerika yang disambut hangat oleh banyak orang. Salah satu lagu yang terdapat pada film satu ini berjudul “This is Me” dan dinyanyikan oleh Lettie Lutz, seorang tokoh wanita yang ditampilkan dengan wajah berjanggut dan dikenal dengan The Beard Lady.

Lirik lagu dari Keala Settle sangat bermakna dan diiringi irama yang mampu menyentuh emosi para pendengar. Makna lagu ini hampir sama dengan pesan yang ditunjukkan oleh film The Greatest Showman, yakni pejuang-pejuang pemilik bentuk fisik yang sedikit berbeda dengan manusia lainnya. Tidak salah jika lagu ini berhasil menjadi pemenang dalam penghargaan Best Original Song pada Golden Globe Awards 2018.

Perbedaan seringkali dijadikan alasan untuk melakukan diskriminasi, pengucilan, dan penghinaan. Perlakuan sebelah mata banyak didapatkan oleh para tokoh di dalam film tersebut karena alasan bentuk fisik yang ‘berbeda’. Padahal perbedaan itu pasti ada, hanya karena mereka tidak ‘sama’ dalam kesepakatan umum yang secara tidak sengaja tercipta pada alam bawah sadar kebanyakan orang.

Mereka yang berbeda seringkali diolok-olok bahkan ada yang sampai dicaci maki. Mereka yang mendapat perlakuan diskiriminatif, merasa malu dengan diri mereka sendiri dan merasa tidak ada yang menyukai atau mencintai mereka.

I’ve learned to be ashamed of all my scars

Run away, they say

No one’ll love you as you are

Pada lirik lagu berikutnya menunjukkan sebuah motivasi dan semangat bagi mereka yang berbeda untuk bangkit dari perlakuan tidak adil. Tak lupa juga untuk berani berdiri dengan percaya diri bahwa semua manusia itu sama.

When the sharpest words wanna cur me down

I’m gonna send a flood, gonna drown them out

I am brave, I am bruised

I am who I’m meant to be, this is me

Tuhan Sang Pencipta memberikan bentuk terbaik pada makhluknya saat ia dilahirkan. Dengan kata lain, saat menghina mereka yang berbeda bentuk fisiknya berarti menghina Tuhan juga. Akan tetapi, orang-orang ‘normal’ tidak menghiraukan itu semua. Berbeda sedikit saja bentuk fisiknya, maka mereka akan berkata ‘dia sangat menyeramkan’, ‘tubuhnya tidak proporsional’, dan kata-kata lain yang mencerca.

Kata-kata yang bersifat gratis tanpa disadari memengaruhi orang lain seperti kata-kata penghinaan. Perilaku diskriminatif dapat memberikan pengaruh negatif pada korban diskriminasi. Korban diskriminasi akan kehilangan kepercayaan diri, mengalami depresi, dan ketakutan. Bahkan sampai ada yang menyebabkan korban melakukan jalan pintas, bunuh diri.

Kita harus saling menghargai antar sesama. Perbedaan itu pasti dapat ditemukan pada setiap sudut kehidupan. Manusia tidak mampu meminta bentuk fisik yang seperti apa. Kita terlahir dengan bentuk terbaik yang diberikan oleh Sang Pencipta. Diriku, kamu, dan mereka adalah versi terbaik yang pernah ada.

Jangan pernah memandang mereka yang berbeda bentuk fisiknya dengan remeh. Semua manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan dalam dirinya masing-masing. Bisa saja mereka yang dihina memiliki kelebihan hebat dalam dirinya dibandingkan dengan mereka yang menghina. Berbeda bukan berarti aneh atau menyeramkan.

Setiap manusia layak mendapatkan hidup dengan baik, layak didengarkan pendapatnya, juga layak mendapatkan kenyamanan dan keamanan. Manusia tidak boleh dibedakan hanya karena bentuk fisiknya, akan tetapi lihatlah karakter dan perbuatannya, seperti yang disampaikan pada lagu “This is Me” ini.

(Editor: Widya Tri Utami)

Leave a comment