Indah Ramadhanti

Pijar, Medan. Sweetheart in Your Ear merupakan sebuah novel karya Kincirmainan. Memakai dua sudut pandang; orang pertama dan ketiga, novel ini tidak menggunakan sudut pandang Kiki yang merupakan pemeran utama dalam novel ini, melainkan sudut pandang Saya dan Juna yang di mana lebih mengandalkan logika dari pada perasaan. Novel dengan tema persahabatan cinta diam-diam, ditinggal sahabat memang sudah banyak hadir di genre fiksi di sekitar kita. Namun, novel dengan cerita unik tentang keistimewaan karakternya sendiri masihlah sedikit.

Banyak orang berkata bahwa persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak pernah ada yang murni karena bersahabat. Salah satu di antara keduanya, pasti ada yang menyimpan rasa. Kisah seperti ini memang mudah ditemui di sekitar kita. Namun, bagaimana jika ada yang mematahkan tentang persepsi tersebut?

Kiki dan Saya sudah bersahabat sejak bayi. Bahkan ketika ibu mereka tengah mengandung, semesta sepertinya sudah menakdirkan mereka untuk bersama. Mereka tidak pernah bisa dipisahkan sampai-sampai rumah mereka pun berdekatan. Kiki selalu ada untuk Saya, begitu juga dengan Saya yang selalu ada untuk Kiki. Meskipun Saya tahu bahwa Kiki tuli.

Kiki tuli sejak kecil dan hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan membaca gerak mulut lawan bicaranya. Walaupun tuli, Kiki tidak pernah menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang menghambat dirinya untuk bahagia. Ia tetap berperilaku sebagaimana gadis normal seusianya. Dengan sifat cerianya, ia selalu mendapatkan perhatian yang berlimpah dari banyak orang, termasuk Saya. Saya merupakan tipe sahabat yang posesif dan ia tidak mau kalau posisinya sebagai sahabat digantikan dengan orang lain. Ia tidak rela kalau Kiki dekat dengan orang lain selain dia. Suatu ketika, Kiki mendapatkan perhatian berlebih untuk pertama kalinya dan orang itu bukan Saya. Saya merasa tersaingi karena orang yang dekat dengan Kiki itu tidak lain dan tidak bukan Juna, seniornya di kampus

Kedekatan antara Juna dan Kiki membuat Saya kebakaran jenggot. Menurutnya, Juna hanya penasaran saja dengan Kiki. Lalu, ketika sudah bosan sahabat baiknya itu akan ditinggalkan dan akan merasakan patah setelahnya. Kiki merasa bahwa Saya berlebihan dan hanya iri karena Juna memiliki hati seperti malaikat dan juga Juna memiliki tanda tangan idolanya.

Disini, penulis tidak hanya menempelkan karakter Kiki yang tuli hanya sekadar karakter saja. Mbak Kin, sapaan para pembaca karya beliau, berhasil menjabarkan karakteristik Kiki dengan baik melalui percakapan dan juga interaksi yang ia lakukan dengan orang-orang di sekelilingnya. Rasa sayang antara sahabat, keluarga, pasangan, ingin memiliki, kecemburuan, dan juga pengorbanan semua menjadi satu menjadi sebuah cerita kompleks yang bisa membuat kita merasakan gejolak emosi seolah-olah kita ikut hadir di dalam cerita itu. Dengan judul “Sweetheart in Your Ear” kita sudah bisa menebak apa makna terselubung yang disajikan oleh penulis.

Dari novel ini kita juga dapat mengambil pelajaran bahwa hidup itu harus diisi oleh rasa bersyukur. Kita harus mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan dan juga kelebihannya. Jangan menjadikan kekurangan kita sebagai suatu hambatan untuk kita bahagia. Karena, bagaimana pun Tuhan menciptakan kita dengan segala perbedaan dan keunikannya. Hal itu yang membuat kita indah, bukan?

(Editor : Lolita Wardah)

Leave a comment