Sosok

Berawal dari Kegemaran Hingga Menjadi Atlet Sepatu Roda Berprestasi

Farrahany Diva Az Zahra atau biasa disapa Diva adalah mahasiswi USU Program Studi Kedokteran yang juga merupakan seorang atlet sepatu roda. Banyak menorehkankan prestasi menjadikannya sosok inspiratif anak muda yang ingin terjun di dunia sepatu roda.

Cara Farid Haikal Mengisi Masa Muda

Farid Haikal atau yang akrab disapa Haikal merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang sekarang sedang menempuh pendidikan di Prodi Manajemen Universitas Sumatera Utara. Walaupun masih berstatus sebagai seorang mahasiswa, ia kerap mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya di Senyum Kecil.

Nicke Widyawati, Sosok Inspiratif Penepis Stigma Wanita Karier

Modis, cantik, dan berprestasi. Tiga kata yang sangat cocok untuk mendeskripsikan Nicke Widyawati. Sosok Ibu Nicke dapat menepis stigma masyarakat Indonesia yang mengatakan bahwa wanita karier tidak dapat menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya.

Tok Wan Haria, Sosok Wartawan Lintas Zaman

“Umur hanyalah angka, tetapi semangat tidak akan pernah padam,” sebuah kalimat yang menggambarkan sosok inspiratif kali ini. H. Muhammad Tok Wan Haria (TWH) merupakan mantan veteran sekaligus wartawan senior kelahiran 15 November 1932.

Belajar Zero Waste dari Sosok Andhini Miranda

Zero waste merupakan sebuah filosofi atau prinsip gaya hidup yang mengupayakan setiap produk bisa digunakan kembali. Konsep zero waste mengajak kita untuk menggunakan produk sekali pakai dengan lebih bijak demi mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah yang akan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Representasi Semangat Juang Tinggi dalam Ghanim Al Muftah

Ghanim Muhammad Al Muftah lahir pada 5 Mei 2002 di Doha, Qatar. Ghanim adalah seorang aktivis disabilitas yang menginspirasi orang banyak melalui konten akun Instagram dan kanal Youtube-nya. Namanya sendiri sudah cukup tersohor di Qatar.

Perjalanan Penuh Semangat Sang Maestro Seni Tradisi dalam Melestarikan Budaya Musik Batak

Marsius Sitohang adalah dosen Universitas Sumatera Utara jurusan Etnomusikologi yang sangat menginspirasi banyak orang. Pria kelahiran 1 April 1953 yang berasal dari Kampung Palipi, Kabupaten Samosir ini tidak menyangka bahwa akhirnya ia menjadi dosen Universitas Sumatera Utara karena kecintaannya terhadap budaya daerah asalnya.

Gerakan Bye-Bye Plastic Bags dari Anak Muda Peduli Lingkungan

Melati Wijsen, perempuan berusia 21 tahun asal Bali. Wanita keturunan Indonesia-Belanda ini memulai perjalanannya sebagai aktivis lingkungan pada usia 12 tahun. Ia membuat gerakan Bye – Bye Plastic Bags di GIN (Global Initiative Network) Youth Conference pada tahun 2013.