Hits: 23

Cindy Nathasya Silalahi / Jenni Sihombing

“Bagi anak muda, lakukan apa pun yang bisa dibuat. Baik dari segi kebaikan atau kalian pengen nambah experience yang baru. Buatlah sesuatu yang pengen dibuat,” – Farid Haikal Nasution.

Pijar, Medan. Apakah kamu pernah mendengar tentang Senyum Kecil? Senyum Kecil merupakan sebuah komunitas non-profit yang fokus dalam bidang pendidikan. Komunitas ini terbentuk pada 7 Agustus 2020 oleh empat orang anak muda, yaitu Audry Handoyo, Raden Larasati, Fadel Hasibuan serta Farid Haikal selaku co-founder dari Senyum Kecil. Berbagi makanan, mengajar anak-anak, dan memberikan penyuluhan kepada mereka merupakan serangkaian kegiatan yang dijalankan Senyum Kecil.

Farid Haikal atau yang akrab disapa Haikal merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang sekarang sedang menempuh pendidikan di Prodi Manajemen Universitas Sumatera Utara. Walaupun masih berstatus sebagai seorang mahasiswa, ia kerap mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya di Senyum Kecil.

Pria kelahiran 22 Agustus 2000 ini mulai melangkahkan kakinya di Senyum Kecil setelah adanya pandemi Covid-19. Ia bersama teman-temannya tergerak setelah melihat proses pembelajaran yang awalnya dilaksanakan secara tatap muka beralih menjadi daring. Itu artinya, anak-anak hanya bisa melakukan proses pembelajaran dengan perantara laptop dan akses internet. Padahal, anak-anak yang tinggal di daerah belum tentu bisa mendapatkan akses internet serta fasilitas pendidikan yang layak.

Kegiatan Farid Haikal bersama senyum kecil dalam pentas seni dan perlombaan di Sanggar Anak Sungai Deli Sabtu, 17 Desember 2022
(Sumber Foto: Instagram @faridhaikal)

“Kami berpikir, kalau anak-anak yang berada di daerah yang jauh dari ibu kota belum tentu mendapatkan akses internet yang bagus dan kualitas pendidikan yang baik. Sehingga kami ingin nge-reach mereka terlebih dahulu supaya terjadinya pemerataan pendidikan,” ungkap Haikal dalam wawancaranya bersama Pijar (15/12/22).

Pada awal berdirinya, banyak tantangan yang harus dilalui oleh pria berusia 22 tahun ini. Komunitas ini memerlukan anggota agar dapat terus berjalan dan berkembang. Di satu sisi, semakin banyak anggota berarti semakin banyak pula ide yang muncul. Hal itu berarti Haikal, sebagai pemimpin, harus mampu menyatukan ide dari setiap anggota.

Tak hanya itu, ia bahkan sempat mendapat penolakan dari kedua orang tuanya. Namun, Haikal tetap gigih dan menunjukan bahwa apa yang ia lakukan merupakan sebuah hal yang bermanfaat bagi orang banyak.

“Bersyukur” menjadi satu kata yang dapat menggambarkan apa yang dirasakan Haikal selama dua tahun berada di Senyum Kecil. Menurutnya, pada saat berbagi, kita bisa melihat ekspresi bahagia dari wajah anak-anak yang masih lugu.

“Ketika kita berbuat baik, pasti kebaikan itu akan datang kembali kepada kita,” adalah ungkapan yang dipegang oleh Haikal. Maka dari itu, ia senantiasa mengusahakan agar Senyum Kecil dapat terus berjalan, sebab Senyum Kecil memiliki tujuan berbagi kebaikan.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment