Hiruk pikuk kota tiada habisnya. Semakin hari, orang-orang kian sibuk dengan aktivitasnya. Bekerja maupun bersekolah, bersama teman maupun kolega. Memiliki pemandangan hamparan hijau yang luas atau warna-warni bunga yang mekar selagi menongkrong mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, bagaimana jika pemandangan yang didapat justru hiruk pikuk kota yang tiada habisnya itu?
Mengkombinasikan dua tema interior dengan center bar di tengah ruangan memberikan kesan nyaman dan luas bagi kafe Haban yang terletak di Jalan Sunggal No. 246-248. Cita rasa kopi khas daerah Simalungun menjadi menu yang wajib dicoba bagi para pencinta kopi yang berkunjung.
Coba bayangkan, bagaimana jika kalian melakukan kesalahan? Mungkin sebagian besar manusia pasti akan merasa bersalah dan mencari cara untuk memperbaiki atau menebus kesalahan tersebut. Namun, apakah pernah terbayangkan kalau sebuah kesalahan ternyata dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa?
Hits: 380Reny Elyna Pijar, Medan. Ke kafe dengan konsep interior yang instagramable dan banyak makanan dan minuman enak tampaknya sudah…
Konon katanya nama Bomboloni berasal dari kata “bomba” yang berarti bom. Karena jika dilihat dari segi bentuknya yang bulat seperti bom atau granat membuat cemilan satu ini dikatakan seperti bom, ditambah lagi dengan isian nya yang ketika dimakan seakan meledak dan lumer di mulut.
Bubur sup melayu atau bubur pedas ini ternyata merupakan kuliner khas Medan yang sudah ada sejak masa Kesultanan Kerajaan Melayu tahun 1909
Hits: 652Reporter Pijar Pijar, Medan. Ketika kita membayangkan sebuah tempat nongkrong yang asik, homely, serta memiliki kapasitas ruangan yang cukup…
Basreng sendiri merupakan singkatan dari bakso goreng. Namun, bentuk makanan ini lebih mirip dengan keripik. Memang bakso merupakan salah satu produk olahan daging khas Indonesia yang banyak digemari hampir semua lapisan masyarakat
Rasa dari nasi kentut tidak menjijikkan seperti namanya. Justru kuliner nasi kentut tersebut memiliki cita rasa gurih dan lezat dengan beragam lauk pauk.
Belakangan beredar cuitan mengenai penistaan Indomie. Disebut “penistaan” karena Indomie diolah secara tidak wajar. Jika umumnya Indomie diolah dengan cara direbus atau digoreng, sekarang muncul pengolahan dengan berbagai cara unik lainnya.
