Sudahkah kamu menghargai dirimu sendiri selama ini? Atau seberapa sering kamu tersakiti karena perlakuan orang lain padamu? Jika kita dihadapkan dengan pertanyaan seperti ini, mungkin tidak semua dari kita dapat menjawabnya dengan penuh keyakinan.
liriknya yang mengandung makna tentang ‘terperangkap’ di masa lalu, menjadi relate bagi mereka yang merasakan hal demikian pula.
How To Make Millions Before Grandma Dies atau disebut juga Lanh Mah adalah film asal Thailand yang bergenre drama dan film keluarga. Berkisah haru antara seorang cucu dengan neneknya yang disutradarai Pat Boonnitipat, siapa pun yang menonton film ini akan mudah merasa terhubung.
Walaupun sudah dirilis sejak tahun 2017, tak lantas membuat lagu ini memiliki sedikit pendengar. Pada tahun 2022, “Scott Street” kembali ramai diperbincangkan dan didengar oleh para penikmat musik. Lagu ini menjadi hits kembali di salah satu platform media sosial, yaitu TikTok karena terdapat banyak video di platform tersebut yang menggunakan “Scott Street” sebagai sound pendukung pada video unggahan mereka.
Apakah Anda sering merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang asing? Dan berpikir bahwa memengaruhi pikiran orang lain merupakan hal yang rumit? Hal tersebut mungkin bisa Anda atasi dengan membaca buku The Miracle of Hypnotic Persuasion.
Teramini, salah satu dari sepuluh lagu yang ada di dalam album Berdamai. Judul lagu ini seperti membentuk sebuah kata baru yang sebenarnya memiliki kata dasar ‘amin’ dan digabung dengan imbuhan ‘Ter’ dan akhiran ‘I’ yang mungkin bagi beberapa orang akan menganggap judul lagu ini sebagai sebuah kata yang memiliki makna baru sebelum mendengar lagu ini dan berakhir menyadari makna dari judul tersebut.
The Art of War atau “Seni Perang” karya Sun Tzu merupakan salah satu buku strategi militer yang paling terkenal dan berpengaruh sepanjang masa. Ditulis lebih dari dua ribu tahun yang lalu, buku ini tetap relevan yang tidak hanya dalam konteks militer, melainkan juga dalam bidang bisnis, politik, dan kehidupan sehari-hari.
Alur cerita Man in Love pada awalnya diantarkan oleh persitegangan antara A-Cheng dengan dunia kerjanya yang penuh dengan kebrutalan. Meski tuntutan kerja mengharuskan A-Cheng untuk menggunakan tindak kekerasan, sebenarnya A-Cheng berhati baik dan dermawan. Di sela-sela pekerjaannya sebagai debt collector, A-Cheng bertemu dengan Hao Ting-Wu.
Pertemuan berakhir dengan perpisahan, munculnya rindu yang membuncah, diikuti keinginan mengulang kembali sebuah masa yang terkandung episode bersama dirinya. Semuanya terbungkus elok dalam sebuah karya lagu yang berumur sekitar sembilan tahun, “The Night We Met”, judulnya.
Buku ini menceritakan bagaimana kita harus menempuh proses panjang untuk mengenal diri sendiri, menemukan potensi yang dimiliki, dan mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik. Buku ini mengajak kita untuk selalu berani dan bertahan dalam setiap perjalanan yang dilalui.
