Hits: 8

Hanina Afifah

Pijar, Medan. Sejak Februari 2024 lalu, lagu “End of Beginning” ramai digunakan di berbagai media sosial sebagai iringan lagu, baik dalam rekaman video maupun foto. Lantaran liriknya yang mengandung makna tentang ‘terperangkap’ di masa lalu, menjadi relate bagi mereka yang merasakan hal demikian pula. Takjubnya lagi, audio resmi dari lagu ini mendapat sambutan hangat dari pendengar setia Djo, hingga mencapai lebih dari 4 juta tayangan pada akun YouTube @Djo Music.

Namun, tahukah kamu? Djo alias Joe Keery yang merupakan sosok aktor sekaligus penyanyi ternama, mengungkapkan bahwasannya lagu ini diciptakan atas dasar kerinduan kala-kala ia merintis pendidikan dan karirnya di DePaul Universty, Chicago. Kendati demikian, meski perasaan rindu membuncah tak karuan di dalam dirinya, Djo berusaha untuk selalu menghargai apa yang telah dilaluinya di masa-masa tersebut.

Kini, ia pun telah sukses membintangi berbagai film, salah satunya serial Stranger Things serta  berhasil melahirkan dua album musik.

“Saya belum benar-benar move on, namun saya sudah melupakannya dan berdamai dengan hal itu. Saat ini, saya fokus menjalani kehidupan yang baru walau kadang masih teringat akan momen-momen di masa lalu,” ungkapnya melalui situs People.com.

And when I’m back in Chicago, I feel it.

Another version of me, I was in it

I wave goodbye to the end of beginning

Penggalan lirik tersebut bermakna seolah ucapan selamat tinggal terhadap masa lalu serta penerimaan akan apa yang terjadi kini dan di masa yang akan datang. Kemudian, penyebutan ‘Chicago’ secara spesifik dalam lirik tersebut menjadi sorotan yang memikat oleh sebagian orang, sebab mengandung makna nostalgia dan kenangan akan suatu hal.

 “Saya sangat menyukai potongan lirik ‘And when I’m back in Chicago, I feel it’. Itu sangat bagus,” cuit @Cptn_Canada di kolom komentar.

Hal ini diakui pula oleh Djo dengan wawancaranya bersama Rolling Stone UK. Terdapat alasan mengapa ia menggunakan kalimat spesifik dalam lirik lagunya. Terbukti pula bahwa bagian tersebut telah menarik perhatian banyak orang.

“Saya suka lagu yang sangat spesifik, karena dengannya, orang lain bisa melihat dirinya sendiri dalam lagu tersebut dengan mengganti penggalan lirik (yang mulanya merupakan pengalaman Djo) menjadi versi pengalaman mereka masing-masing. Itu bukan hanya soal perasaan, melainkan hal unik dari hidup mereka,” pungkasnya.

This song has started now

And you’re just finding out

Now isn’t that a laugh?

A major sacrifice but clueless at the time

Enter, Caroline

“Just trust me you’ll be fine”

Orang-orang mungkin saja tidak menyadari mengenai apa-apa yang telah kita lalui, tak peduli seberapa besar pengorbanan yang telah dilakukan untuk mencapainya. Seperti itulah yang dirasakan oleh Djo. Namun, berkat kehadiran Caroline, Djo saat ini berhasil tumbuh menjadi sosok yang sukses. Ini menunjukkan betapa berartinya kehadiran sosok yang selalu bersedia mendukung setiap langkah dalam hidup kita.

You take the man out of the city,

not the city out the man (3x),

You take the man out of the…

Pada akhirnya, sejauh apapun kita melangkah dari memori masa lalu, kenangan tersebut tetap menjadi bagian yang tidak akan terlepaskan dari hidup ini, sekalipun itu menyakitkan atau justru sulit untuk dilupakan. Sebab, pada dasarnya kehidupan akan terus berlaju tanpa melupakan cerita yang telah usai. Maka dari itu, jangan lupa  ucapkan ‘terima kasih’ pada dirimu yang telah berjuang melalui badai dan tetap mampu berdiri kokoh hingga hari ini, karena sejatinya masa depan yang cerah sedang menunggu.

(Redaktur Tulisan: Alya Amanda)

Leave a comment