Mungkin banyak yang tidak mengetahui bahwa manusia dan krayon memiliki persamaan. Krayon punya pilihan warna yang berbeda-beda. Manusia punya karakter yang berbeda-beda. Setiap warna memiliki perannya masing-masing dan setiap manusia, unik sesuai karakternya masing-masing.
Halaman belakang buku berisikan sebuah paragraf yang bertuliskan, “Buku ini wajib dibaca pelajar SMA, mahasiswa, para orangtua, karyawan, petinggi perusahaan, para pengambil kebijakan di institusi pendidikan, anak start-up, anak muda berkarya, pengemudi ojek online, abang ondel-ondel, hingga Presiden Korea Utara agar kita dapat memutuskan seberapa penting sebenarnya nilai sebuah ujian.”
Kutipan di atas merupakan tonggak awal dalam sebuah perjalanan. Sejauh apa pun jarak yang kita raih, sedalam apa pun air yang kita selami, rumah adalah tujuan akhir dari semuanya. Perjalanan yang telah terekam nyata di ingatan, bagaimanapun cerita akhirnya, semua itu akan menjadi sebuah kenangan. Kenangan terindah untuk dapat di ceritakan.
Tidak semua cerita memiliki akhir yang bahagia. Tidak semua orang yang kehilangan akan mudah terbiasa. Dunia memang tak selalu ramah kepada manusia, namun, itu bukan berarti manusia bisa dapat berprasangka buruk kepada Tuhan, kan?
Jika perubahan adalah satu-satunya yang pasti, maka ketidakpastian akan dimiliki oleh waktu. Kerena pada detak ke sekian, aku mendapati diriku jatuh cinta pada seseorang yang tidak ingin secara egois aku miliki. Lalu kita, diselundupkan dalam kala, sebagai pengantar pesan utusan semesta.
Ranah 3 Warna merupakan buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Buku setebal 469 halaman ini menceritakan kisah lanjutan perjalanan hidup seorang pemuda bernama Alif yang telah lulus dari Pondok Pesantren Madani Gontor, Jawa Timur.
Nama besar seperti Kafka menjadi idola bagi banyak individu tersohor. Karyanya diterima semua golongan. Pemikirannya membuka era baru dalam dunia kepenulisan. Bahkan seorang Haruki Murakami mengaku mengagumi Kafka di atas segalanya. Franz Kafka merupakan seorang sastrawan yang berasal dari Praha. Seperti sastrawan hebat pada umumnya, karya Kafka hangat dibicarakan setelah kematiannya.
Jingga, warna yang dipilih oleh Tim Wesfix sebagai sampul dari buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat”. Buku ini merupakan terjemahan buku karya dari Blogger asal New York yang berjudul “The Subtle Art Of Nit Giving A Fuck”, Mark Manson
Pijar, Medan. Jerome Polin Sijabat atau yang lebih dikenal sebagai Jerome Polin lahir di Jakarta pada 2 Mei 1998. Pada bulan Agustus lalu Jerome telah merilis buku pertamanya yang diberi judul “Mantappu Jiwa,”.
Pijar, Medan. Menjadi anak-anak adalah suatu hal yang menyenangkan. Salva, atau Ava, adalah seorang bocah perempuan yang unik untuk anak seusianya. Sebagai seorang anak-anak, wajar saja ada banyak hal yang tidak dimengerti oleh Ava. Itulah mengapa, sehari-harinya, Ava lebih memilih untuk membawa kamus agar mudah mencerna setiap ucapan-ucapan yang ia dengarkan.
