Buku

Sebelas Lagu yang membalut Sebelas Cerita di Buku 11:11

Alam semesta begitu luas. Makhluk yang mendiaminya juga begitu banyak. Begitu pun cerita yang ada pada setiap makhluk, tempat, bahkan waktu yang terus berjalan. Perjalanan hidup yang lalu, dijadikan sebuah sejarah yang diambil pelajarannya. Perjalanan hidup di masa sekarang, dijadikan sebuah rencana untuk menuju masa depan. Dan perjalanan hidup di masa depan, dijadikan sebuah wadah untuk menikmati segala masa yang telah terjalani.

Lima Sekawan: Bertualang untuk Mengungkap Rahasia

Bertualang bersama dengan sahabat? Sungguh pengalaman yang luar biasa pastinya. Apalagi jika kita menemukan berbagai fakta yang sebelumnya belum pernah kita ketahui. Bertualang dapat menguji kekompakan dan kesabaran yang sangat cocok dilakukan bersama sahabat untuk menambah pengalaman agar lebih mengetahui sifat satu sama lain yang akan selalu diingat nantinya.

Harga Sebuah Percaya, Dongeng Petualangan yang Apik

Siapa di dunia ini tidak memiliki penyesalan? Jika kamu salah satunya, maka berbahagialah karena penyesalan senantiasa membawa ketidakbahagiaan bagi yang memiliki. Agar terbebas dari penyesalan maafkanlah dirimu, berdamailah dengan dirimu, kebahagiaan pun menanti di akhir.

Nostalgia lewat Buku Generasi 90an

Ini adalah hari yang tepat untuk kita berhenti sejenak. Sebentar saja. Kembali mengenang masa-masa ketika segalanya tampak lebih sederhana dibandingkan hari ini. Saat kita belum benar-benar berjuang untuk diri sendiri, saat kita merasa belum menanggung segala beban yang kita pikul hari ini.

Belajar Memelihara Kucing Melalui Buku Kucing Melulu dan Cerita Cinta (Me)lulu

Ada beberapa cara membuat seorang lelaki jatuh cinta dengan wanita. Salah satunya adalah belajar menyukai apa yang dia suka. Walau kita merasa tidak terbiasa, namun mau tidak mau harus dilakukan demi si do’i. Benarkan begitu sobat Pijar ?

Memaknai Hidup dalam Buku Sabtu Bersama Bapak

Hidup tidaklah kekal. Suatu saat semua orang akan mencapai ajalnya. Ajal datang di waktu yang tepat dan kurang tepat. Ada saja orang yang harus ditinggalkan pergi. Namun ada saja cara agar bisa menemani yang terkasih. Walau fisik tidak bersama, hati dan jiwa tetap bersatu seperti cinta dalam keluarga.

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa

“Jika kita tak pernah jadi apa-apa akan menemanimu selama perjalanan. Buku ini untukmu yang khawatir tentang masa depan. Tenang saja, kau tidak sedang diburu waktu. Bacalah tiap lembarnya dengan penuh kesadaran bahwa hidup adalah tentang sebaik-baiknya berusaha, jatuh lalu bangun lagi, dan tidak berhenti percaya bahwa segala perjuanganmu tidak akan sia-sia. Bukankah sebaiknya apa-apa yang fana tidak selayaknya membuatmu kecewa?”

Merah itu Cinta, Menguak Merah dalam Kisah Berbeda

Cinta, tidak habis-habisnya mewarnai hidup manusia, karena diciptakan oleh Yang Maha Kuasa untuk memberi sedikit rasa manis dalam kehidupan. Namun tak selamanya cinta berasa manis, seperti kopi yang terasa pahit tapi akan tetap diseruput habis karena memiliki rasa nikmat tersendiri. Namun cinta itu berarti dan membawa kebahagiaan bagi mereka yang merasakan, begitu katanya.

Berdamai dengan Diri Sendiri di Novel Pergi

Jika memiliki sebuah tujuan, barulah seseorang akan pergi. Tapi bagaimana ketika tidak memiliki tujuan, seseorang tetap saja terus menyusuri? Itulah yang dituangkan Tere Liye dalam novel yang berjudul ‘Pergi’. Di dalam novel setebal 455 halaman, Tere Liye menuangkan kembali imajinasinya yang kuat, kedalam sebuah kisah untuk menemukan sebuah tujuan, diselimuti dengan kisah masa lalu.

Mari Menyasarkan Diri Lewat Buku 30 Paspor The Peacekeepers Journey

Gempar Menggelegar! Itulah yang dirasakan mahasiswa Prof. Rhenald Kasali mata kuliah Pemasaran Internasional di buku yang berjudul “30 Paspor The Peacekeepers Journey”. Biasanya, kesasar adalah suatu pekerjaan yang tidak disengaja, namun ini luar biasa. Mereka ditugaskan untuk menyasarkan diri secara sengaja di negara orang. Tak hanya satu negara kali ini, tetapi harus dua negara ditambah membantu orang dengan tujuan merajut perdamaian.