Apa yang akan muncul di benakmu ketika mendengar nama “Jakarta”? Sebuah kota dengan bangunan-bangunan megah menjulang tinggi dengan penerang yang tidak kunjung padam hingga pagi menjelang.
Pernahkah kamu membayangkan sebuah tempat yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota? Aroma kopi memenuhi indra, musik mengalun tenang, dan pencahayaan ringan akan menyambut sejenak memasukinya. Jangan lupakan deretan buku di rak yang terus memanggilmu untuk membaca dan membawanya pulang.
Pukul Setengah Lima, karya Rintik Sedu pada bulan September lalu, merupakan novel yang mengangkat kisah seorang perempuan yang membuat kebohongan tentang realitas dirinya sendiri.
Hidup di era di mana perempuan dianggap sebagai beban bukanlah hal yang diinginkan Rahima. Lahir dari keluarga yang beranggotakan lima orang wanita membuat Rahima berubah menjadi Rahim, demi pendidikan dan keluarga. Rambut panjangnya dipotong, jubah panjangnya diganti menjadi celana panjang.
Almond bercerita mengenai Yoonjae, seorang anak laki-laki yang terlahir dengan kondisi yang disebut alexithymia.
Breakfast at Tiffany’s adalah sebuah novel klasik yang ditulis oleh Truman Capote pada tahun 1958.
Gadis yang akrab disapa Amel itu tak pernah senang terlahir sebagai anak bungsu. Namun, kisah Amel sebagai anak bungsu justru menjadikannya sosok yang dijuluki ‘Si Anak Kuat’.
Di balik segala ketakutan menjadi anak paling tua, terdapat tekad dan keberanian yang dimiliki anak sulung untuk mewujudkan keinginan dirinya sendiri. Seperti cerita dalam buku Eliana karya Tere Liye.
Penulis yang baik harus dapat mengawali proses kreatif dan mengolah gagasan lewat riset. Kali ini IDN Times menyelenggarakan Indonesia Writers Festival 2020 melalui platform Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube IDN Times pada Sabtu (26/09) pukul 16.00 WIB dengan mengusung tema ‘Riset Dalam Penulisan Novel’.
Mantan, merupakan seseorang dari masa lalu yang seringnya tidak bisa dilupakan begitu saja. Ada kenangan-kenangan tak terlupakan saat bersamanya yang selalu menari-nari di kepala, meskipun rasanya saat itu juga sangat ingin menghempaskannya dengan paksa. Terkadang kenangan-kenangan tersebut muncul secara tak sengaja, atau secara tiba-tiba karena si pemilik kenangan hadir kembali dalam hidup kita.
