Malam ini awan menangis, air matanya jatuh menyapu pekat debu yang belakangan memenuhi sudut kota. Seakan tahu isi hatiku kini, hujan turun di saat yang tepat. Aku tidak sedang sedih, hanya sedang rindu, sedikit.
Sejak kecil, aku selalu mendapatkan kasih sayang yang sangat besar. Aku selalu merasakan kebahagiaan yang tak bernilai, melebihi apa pun. Begitu banyak pelajaran yang bisa aku dapatkan sejak kecil. Mulai dari belajar jalan, berbicara, hingga mengenal kehidupan. Semua itu berkat seseorang yang sangat berjasa. Beliau adalah, Ibuku. Perempuan tangguh dan cantik, serta tidak pernah mengeluh dalam keadaan apa pun. Ia selalu memberikan yang terbaik untukku.
Mereka memang bukan pemeran utama dalam banyak kejadian, apalagi hal-hal yang menyangkut hidupku. Tapi bagiku, mereka menarik, begitu realistis.
Apa yang lebih menakutkan daripada mimpi buruk? Jatuh cinta kepada mimpi indah. Mimpi indah yang hanya mimpi.
Hits: 27Muhammad Abdul Fattah “Hufft.. “ kutarik nafas panjang menggantikan verbalku mengungkapkan letihnya tubuh ini. Kulirik arloji yang melingkar di…
Nama besar seperti Kafka menjadi idola bagi banyak individu tersohor. Karyanya diterima semua golongan. Pemikirannya membuka era baru dalam dunia kepenulisan. Bahkan seorang Haruki Murakami mengaku mengagumi Kafka di atas segalanya. Franz Kafka merupakan seorang sastrawan yang berasal dari Praha. Seperti sastrawan hebat pada umumnya, karya Kafka hangat dibicarakan setelah kematiannya.
Timor-Timur atau sekarang lebih dikenal dengan nama Timor Leste memang telah memisahkan diri dari Indonesia sejak puluhan tahun silam, tepatnya pada kepemimpinan Presiden BJ. Habibie. Namun, dibalik semua itu terdapat kisah-kisah yang dituangkan oleh Seno Gumira Ajidarma, seorang novelis yang pada saat itu juga sebagai seorang jurnalis ke dalam kumpulan cerpennya yang berjudul Saksi Mata.
Hits: 54Nurkhaliza Hujan turun dengan derasnya di sore itu. Langit seolah menangis, menumpahkan segala kesedihan yang telah lama dipendamnya. Kesedihan…
Mencari titik terang di dalam kegelapanku saat ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Lalu seketika terlintas di benakku, apakah aku harus melepaskan semua kebahagiaan dan kenyamanan yang pernah ku dapat dan kurasakan? Pertanyaan dalam diriku yang terus menerus menjadi bebanku. Tidak kutemukan jawaban dalam diriku dengan keadaanku.
Seketika suasana hening dan ia belum juga mau menceritakannya. Aku menunggu dan tetap terus menenangkannya. Tak lama, ia bercerita kepadaku.
