Hits: 20Nurul Sabrina Apa yang akan kamu lakukan ketika waktu telah menunjukkan jam 3 pagi? Apakah kamu tidur? Begadang mengerjakan…
Hits: 20Sherenika Azalia Berkali-kali sudah hujan turun hari ini. Tidak ada satu alasan pun yang dapat membuat pikiranku tenang hari…
Hits: 27Rizha Ananda Aku masih terdiam membisu. Sudah dua menit, sudah. Mungkin. Bukan tak ingin membalas perkataannya, tetapi aku hanya…
Hits: 29Jenni sihombing Tidak semua orang berasal dari keluarga yang sama. Tidak semua orang pula dididik dengan cara yang sama…
Suara favorit para siswa itu terdengar ke seluruh penjuru sekolah. Dengan semangat, mereka berhamburan keluar kelas menuju tujuannya masing-masing. Ya, aku tahu rasanya belajar selama kurang lebih 7 jam, sangat melelahkan. Apalagi jika dilanjutkan dengan kegiatan organisasi, badan yang lelah, dan rasa bertanggung jawab pun berdebat untuk dituruti kemauannya.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (BPPB Kemendikbud) berhasil menyelengarakan seminar online Bincang Sastra Edisi II Bersama Sastra Berkarya Daerah 3T 2020. Acara yang sudah dua kali diadakan oleh BPPB Kemendikbud ini mengusung tema “Proses Kreatif Menulis Cerpen” melalui platform Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube BPPB KEMENDIKBUD pada Rabu (24/06) pukul 10.00 WIB.
Aku menatap gadis di dalam cermin itu. Semakin ku tatap, semakin jelas. Ia tidak sesuai, ia berbeda. Ia menatapku lekat, begitu pula aku. Semakin lekat kulihat ia, semakin tampak kekurangannya. Ia tidak elok. Ia aneh. Ia begitu kuno. Wajahnya tidak masuk standar wajah yang diinginkan orang, begitu juga dirinya. Kulitnya hitam, hidungnya besar, berjerawat. Lengkap sudah. Ia minta dilenyapkan saja dari muka bumi ini.
Malam ini awan menangis, air matanya jatuh menyapu pekat debu yang belakangan memenuhi sudut kota. Seakan tahu isi hatiku kini, hujan turun di saat yang tepat. Aku tidak sedang sedih, hanya sedang rindu, sedikit.
Sejak kecil, aku selalu mendapatkan kasih sayang yang sangat besar. Aku selalu merasakan kebahagiaan yang tak bernilai, melebihi apa pun. Begitu banyak pelajaran yang bisa aku dapatkan sejak kecil. Mulai dari belajar jalan, berbicara, hingga mengenal kehidupan. Semua itu berkat seseorang yang sangat berjasa. Beliau adalah, Ibuku. Perempuan tangguh dan cantik, serta tidak pernah mengeluh dalam keadaan apa pun. Ia selalu memberikan yang terbaik untukku.
Mereka memang bukan pemeran utama dalam banyak kejadian, apalagi hal-hal yang menyangkut hidupku. Tapi bagiku, mereka menarik, begitu realistis.
