Samuel Agustinus Sinurat

Pijar, Medan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (BPPB Kemendikbud) berhasil menyelengarakan seminar online Bincang Sastra Edisi II Bersama Sastra Berkarya Daerah 3T 2020. Acara yang sudah dua kali diadakan oleh BPPB Kemendikbud ini mengusung tema “Proses Kreatif Menulis Cerpen” melalui platform Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube BPPB KEMENDIKBUD pada Rabu (24/06) pukul 10.00 WIB.

Adapun tujuan dari diadakannya seminar online ini ialah untuk mengajarkan kepada para peserta bagaimana cara menulis cerpen yang benar dan menjelaskan ciri-ciri bahasa sastra Indonesia. Selain itu, sekaligus mengajak para perserta agar kiat menulis sastra cerpen.

Seminar online ini dipandu oleh Faisal Meinaldy selaku Duta Bahasa Nasional dan mengundang dua pembicara yaitu Agus Sri Danardana selaku Peneliti Madya di Pusat Pembinaan BPPB Kemendikbud serta Sastrawan Mashdar Zainal.

Pada presentasinya, Agus Sri Danardana menjelaskan bagaimana cara menulis cerpen, yaitu dengan cara melakukan riset penelitian. Bisa riset sosial yang berkaitan dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat atau riset pustaka (membaca buku, media massa, literatur dan sebagainya).

Agus mengutip kalimat dari (Alm) Umar Kayam dalam bagaimana menulis cerpen, “Seorang penulis cerpen yang baik harus memiliki ingatan yang tajam tentang berbagai pengalaman yang berkaitan dengan dirinya (pengalaman individual) dan pengalaman dengan orang lain atau masyarakat (pengalaman sosial),” tuturnya.

Selain itu, ia juga menjabarkan mengenai arti dari bahasa sastra yaitu kreativitas pengarang, ciri-ciri bahasa sastra yaitu pengonkretan kata abstrak, penuh imaji daya bayang, dan makna kias. Dijelaskan pula mengenai pembentukan judul pada sebuah karya sastra cerpen guna menghindari multitafsir pada judul cerpen.

Pembicara kedua, Mashdar, menjelaskan bahwa menulis adalah pekerjaan menuang yaitu harus memiliki bahan yang akan diisi, menyiapkan isi, dan penentuan jadwal serta target bacaan. Menulis juga merupakan perkerjaan praktik yaitu dilakukan secara nyata, dengan mengirim hasil tulisan ke media, perlombaan, dan semacamnya. Terakhir, menulis adalah pekerjaan mabuk yaitu ketika sudah lancar menulis, tulisan tersebut akan menemukan jalannya sendiri.

Kemudian dalam presentasinya, Masdar juga menjelaskan mengenai ide pada pembuatan tulisan cerpen yaitu, Mengasah (banyak membaca dan pratik menulis), menangkap (satu konflik yang dijabarkan), mengunci (menulis kata kunci), mengembangkan (membuat kerangka cerita) dan menulis (praktik).

“Ide untuk menulis cerpen bisa saja muncul dan jika telah mendapat ide untuk menulis cerpen segera langsung dicacat kata kuncinya serta langsung dibuat dalam bentuk tulisan karena ide bisa menghilang kapan saja,” tambahnya.

Seminar online ini berlangsung kurang lebih selama 2 jam dan ditutup dengan doa bersama para peserta yang ada di Zoom.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

Leave a comment