Pernahkah terbayangkan ketika masa pertumbuhan, kalian harus tumbuh dan berkembang sendiri? Harus menjalani kehidupan dengan ditelantarkan dan hidup dalam kemiskinan yang membuat kalian harus menahan lapar selama berhari-hari?
Lagu “Kopi Dangdut” sendiri memiliki alunan musik yang ear-catching untuk didengar dan menggelitik jiwa untuk bergoyang. Semua kalangan dari muda sampai tua menyukai lagu yang dirilis pada era 90-an ini.
Liesel Meminger, seorang gadis cilik yang akan diberikan kepada orang tua asuh oleh ibunya, harus mengalami pengalaman pahit karena adik laki-lakinya meninggal dalam perjalanan menuju Molching, sebuah kota di Jerman. Saat menguburkan adiknya, dia menemukan buku yang jatuh dari seorang penggali kubur, dan mengambilnya. Sejak saat itu, ia dijuluki sebagai seorang Pencuri Buku (Book Thief).
Apa jadinya jika malam Halloween yang biasanya dimeriahkan dengan pesta kostum malah menjadi malam yang menimbulkan petaka? Hal ini akan tergambar dalam film karya David Gordon Green yang berjudul Halloween (2018). Halloween merupakan sekuel dari film Hallowen: Resurrection (2002) dan Halloween 2 (2009). Film dengan genre horror dan thriller ini dirilis di Indonesia pada 17 Oktober 2018.
Meski dominasi industri musik masih diisi oleh musisi Amerika-Eropa, namun tak menutup musisi Asia untuk mampu bersaing dan bersinar.
Nama film Okja diambil dari nama binatang peliharaan seorang gadis perempuan dan kakeknya yang dititipkan seekor babi sintetis dari perusahaan multinasional, Mirando Corporation. Konon babi itu setelah 10 tahun akan diambil kembali untuk diikutsertakan dalam perlombaan babi terbaik. Rupa Okja seperti gabungan dari kuda nil, gajah, dan lembu laut.
Berawal dari strategi Lucy Mirando yang merupakan CEO Mirando Corporation dalam meraih kepercayaaan publik akan perusahaan mereka, dibuatlah ajang kompetisi festival babi super untuk menepis pemikiran masyarakat mengenai hewan sintetis atau buatan. Mereka mengirimkan 26 babi sintetis ke 26 peternak lokal di tiap negara berbeda. Nantinya dari 26 itu akan dipilih satu babi terbaik sebagai wajah baru Mirando Corporation.
Lirik yang ada pada lagu “Holy” tidak hanya terdengar rohaniah, namun juga membuat para pendengarnya kembali ke tahap bersyukur akan hidup itu sendiri.
Pride and Prejudice, novel yang dipublikasi pada tahun 1813 ini menceritakan tentang kisah cinta gadis dari keluarga kalangan menengah dengan seorang pria dari keluarga kalangan atas di Inggris pada akhir abad ke-19.
Netflix Original Movie terbaru berjudul The Devil All The Time, berdasarkan novel karangan Donald Ray Pollock dan arahan Sutradara Antonio Campos ini mulai tayang di layanan streaming Netflix pada 16 September 2020 lalu. Film ini ramai menjadi perbincangan, karena dibintangi oleh sejumlah nama besar seperti, Tom Holland (Spiderman Far From Home), Bill Skarsgard (Hemlock Grove), Robert Pattinson (The King), Sebastian Stan (The Martian), Riley Keough (Earthquake Bird), Jason Clarke (Mudbound), Haley Bennet (The Red Sea Diving Resort), Harry Melling (The Old Guard) dan Eliza Scanlen (Little Women).
“Tentang Dia” memiliki cerita lagu yang membuat pendengar bertanya-bertanya tentang kelanjutannya. Apakah seseorang itu bisa bangkit lagi dari sedihnya? Apakah seseorang itu berhasil melupakan mantan dan melanjutkan hidupnya?
