Shalli Anggia Putri

Pijar, Medan. Orang Indonesia mana yang tidak kenal dengan genre musik dangdut? Musik yang siap menggerakkan tubuh pendengarnya dengan alunan irama musik tersebut. Dunia musik dangdut Indonesia terus menghasilkan penyanyi-penyanyi dangdut berbakat dari waktu ke waktu. Namun akhir-akhir ini, jagad raya kembali dihebohkan dengan lagu dangdut lawas berjudul “Kopi Dangdut” oleh Fahmi Shahab.

Hal ini disebabkan oleh Asyraf Jamall yang meng-cover lagu “Kopi Dangdut” dengan alunan gitar yang indah pada akun TikTok miliknya. Asyraf pun mendapatkan perhatian besar dari masyarakat Indonesia setelah video cover miliknya banyak digunakan oleh musisi dunia maya untuk dibuat kolaborasi online. Apalagi, setelah Asyraf dengan musisi dunia maya lainnya seperti Brigita Meliala dan Jessica Bunga berkolaborasi langsung dalam menyanyikan lagu “Kopi Dangdut” tersebut. Tidak hanya itu, sudah banyak juga video cover lagu “Kopi Dangdut” di Youtube yang memiliki views lebih banyak daripada video aslinya.

Lagu “Kopi Dangdut” sendiri memiliki alunan musik yang ear-catching untuk didengar dan menggelitik jiwa untuk bergoyang. Semua kalangan dari muda sampai tua menyukai lagu yang dirilis pada era 90-an ini.

Dulu, secangkir kopi identik dengan dangdut. Mengapa demikian? Pemilik warung kopi memasang lagu dangdut pada radio miliknya. Sehingga, warung kopi yang dipenuhi oleh pria paruh baya sampai tua menyeduh kopi hitam mereka dengan ditemani oleh alunan musik dangdut tersebut. Maka, lahirlah “Kopi Dangdut”.

Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana

Sayup kudengar melodi cinta yang menggema

Saat membaca penggalan lirik di atas, mampu membuat kita bernyanyi tanpa sadar, bukan? Bahkan sedikit menggerakkan tubuh kita.

Dari liriknya, dapat diketahui bahwa lagu ini bercerita tentang si penulis lagu yang mendengarkan irama dangdut dan kembali mengingat masa mudanya. Masa saat asmara cinta menghampiri dirinya.

Eits, tapi sobat Pijar sudah tahu belum, ternyata ada lagu dari negara Venezuela yang melodi lagunya mirip dengan lagu “Kopi Dangdut” ini.

Lagu berjudul “Moliendo Cafe`” (Grinding Coffee) yang dikarang oleh Jose Manzo Perroni dan dinyanyikan oleh Hugo Blanco pada tahun 1961 pernah menjadi lagu No.1 di Argentina dan juga Jepang. Lirik yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Jepang memiliki judul lagu “Coffee Rumba”. Nah, lagu ini memiliki kemiripan dalam melodinya dengan lagu “Kopi Dangdut”. Lagu “Moliendo Cafe`” sendiri bercerita tentang seseorang di penggilingan kopi saat malam hari yang merasa frustasi bekerja akibat dari kehidupan asmaranya.

Cuando la tarde languidece

(Saat malam mereda)

Renacen las sombras

(Bayangan terlahir kembali)

Persamaan kedua lagu di atas dapat dilihat dari segi melodi, segi judul yang memiliki kata “kopi”, dan lirik yang menggambarkan kenangan akan masa lalu tentang cinta. Terlepas dari kemiripannya dengan lagu “Moliendo Cafe`”, lagu “Kopi Dangdut” bisa menjadi pilihan untuk memperbaiki suasana hati. Tapi, lemasin dulu badannya sobat Pijar, terus goyang kopi dangdut, deh.

(Editor: Widya Tri Utami)

Leave a comment