Hits: 123

Dewi Ayu Murniaty / Patricia Astrid

Pijar, Medan. Jika mendengar kata ‘rock’ kebanyakan orang langsung membayangkan kumpulan orang berpakaian metal serba hitam serta dentuman drum dan bunyi gitar listrik yang menyakitkan telinga. Namun sebenarnya musik rock tidak selamanya hanya berisi dua hal di atas itu. Genre musik yang satu ini lahir dari perpaduan genre musik R&B dan Country pada tahun 40-50an. Rock juga terlahir dari gaya musik rakyat (folk), jazz, dan musik klasik.

Musik rock tergolong ke dalam musik keras, karena dalam pertunjukannya menggunakan ritme yang begitu berisik dengan alat musik yang banyak. Musik rock biasanya mempunyai beat yang kuat dan didominasi oleh gitar, baik elektrik maupun akustik.

Pada tahun 70an, musik rock mulai berevolusi. Sebagai genre yang paling populer pada era itu, mulai muncul berbagai grup band rock yang cukup terkenal, salah satunya adalah Led Zeppelin. Led Zeppelin memberi warna yang berat dan lebih gelap ke dalam genre rock dan kemudian menghasilkan genre baru yang dikenal sebagai hard rock atau heavy metal.

Lalu, pada akhir tahun 70an grup band rock seperti Sex Pistols dan The Clash menyederhanakan rock kembali ke ciri khas utamanya yaitu gesekan gitar yang keras sekaligus menyanyi dengan amarah yang kemudian melahirkan musik punk.

10 tahun kemudian, pada tahun 80an musik rock mulai kehilangan pamornya sehingga melahirkan rock alternatif. Rock alternatif ialah pembagian beberapa subgenre rock seperti soft rock, glam rock, heavy metal, progressive rock, punk rock dan hardcore punk.

Salah satu grup penggebrak rock alternatif di dunia ialah Nirvana. Peluncuran album Nevermind pada tahun 1991 sukses membawa rock alternatif sebagai musik yang dominan pada saat itu. Namun, popularitas ini tidak berlangsung lama karena kemudian salah satu anggota grup Nirvana, Kurt Cobain, dikabarkan meninggal akibat bunuh diri pada masa kejayaannya saat itu.

Musik rock menanjaki era populernya pada awal abad ke 21. Pada era ini, musik rock mulai memiliki energi baru namun tetap terinspirasi dengan teriakan semangat para pendahulunya pada era 60an. Lalu, Linkin Park muncul dengan menyatukan musik hip-hop dan metal di dalam satu grup. Grup 3 Doors Down juga muncul dengan genre hard rock yang kemudian dimodifikasi dengan sedikit sentuhan kontemporer.

Para kaum awam umumnya hanya tahu bahwa musik rock adalah satu-satunya genre rock di dunia. Namun siapa sangka, bahwa genre musik keras yang satu ini memiliki begitu banyak subgenre yang lahir dari alkulturasi beberapa genre musik.

Hard rock, merupakan subgenre musik rock yang paling familiar. Karakter musik ini keras namun tidak secepat metal. Hard rock banyak didominasi oleh gitar elektrik, bas elektrik, dan drum. Grup band rock terkenal dengan aliran ini ialah AC/DC, Guns N’ Roses, dan Aerosmith.

Di antara hard rock dan heavy metal sebenarnya tidak jauh berbeda dalam hal musik, hanya saja musik heavy metal lebih cepat dalam temponya. Ciri dari aliran ini ialah liriknya yang bercerita tentang kekerasan, fantasi, dan mistis. Adapun beberapa grup terkenal dengan aliran ini ialah Led Zeppelin, Metallica, dan W.A.S.P.

Aliran punk rock lebih memfokuskan kepada pemberontakan anak muda. Isi lirik yang kadang tidak sesuai dan tempo yang urak-urakan menjadi ciri khas bagi para penyanyi subgenre yang satu ini. Grup yang terkenal dengan aliran ini ialah Sex Pistols, Ramones, dan The Clash.

Dilihat dari musiknya, glam metal tidak berbeda jauh dengan heavy metal. Hanya saja perbedaan yang kompleks pada lirik menjadi pembeda kedua aliran ini. Glam metal lebih cenderung menggunakan lirik yang hedonistik seperti minuman, obat-obatan, dan seks. Grup band yang terkenal dengan aliran ini seperti Bon Jovi, Motley Crue, dan Deff Lepard.

Di tengah arus globalisasi dan alkulturasi genre musik, eksistensi musik rock tetap bertahan sebagai salah satu genre yang banyak digemari khususnya bagi anak muda. Menyatunya musik rock dengan berbagai genre seperti folk, country, R&B, blues dan lainnya membuat musik rock tidak pernah padam dan akan selalu berinovasi.

(Editor: Widya Tri Utami)

Leave a comment