Hiburan

“Bertaut” Layaknya Ikatan Antara Ibu dan Anak

Dirilis pada tanggal 28 Mei 2020, bertepatan dengan genapnya usia Nadin yang ke-20, “Bertaut” menjadi lagu dengan jumlah streaming tertinggi. Kemudian dirilis dalam bentuk music video dan sempat menjadi trending untuk beberapa hari di Youtube. Lagu ini melukiskan tentang kisah ikatan cinta seorang ibu dan anak yang dirangkai dalam bahasa yang sangat indah. Tentunya, Nadin ialah orang di balik penulisan lirik tersebut.

Story of Kale Kisahkan Problematika Percintaan Masa Kini

Bagi para pecinta film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), siapa sih yang tidak mengenal sosok Kale? Seorang pria yang sempat menjadi buah bibir para kaum hawa karena sikapnya yang memberi harapan palsu alias PHP kepada Awan. Kali ini, kita akan mengenal lebih dekat dengan Kale melalui film Story of Kale yang diperankan penyanyi Ardhito Pramono tersebut.

Film Story of Kale merupakan spin-off dari film NKCTHI yang menceritakan masa lalu Kale sebelum mengenal Awan (Rachel Amanda). Film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini sudah tayang pada 23 Oktober lalu di bioskop online dan harga tiketnya pun terbilang murah, yaitu Rp10.000. Selain itu, film ini juga mengusung tema Toxic Relationship yang tidak jauh dari kehidupan percintaan masa kini.

Que Sera Sera, Sebuah Penenang untuk Ketidakpastian Masa Depan

Istilah Que Sera Sera dipercaya berasal dari istilah dalam bahasa Italia ‘che sarà sarà’ yang berarti ‘apa yang terjadi, terjadilah’ pertama kali didokumentasikan pada abad ke-16 sebagai slogan heraldik Inggris. Istilah ini digunakan sebagai slogan keluarga oleh John Russell, Pangeran Bedford yang pertama dan juga anaknya Francis Russell yang merupakan Pangeran Bedford kedua.

The Geography Of Faith, Pencarian Tuhan di Tempat-tempat Paling Religius di Dunia  dari Tibet sampai Yerusalem

Dimulai dari sebuah pertanyaan singkat dan sederhana, namun bermuatan teologis yang tinggi. Pertanyaan yang dikeluarkan oleh seorang perawat sebuah rumah sakit di tempat Weiner dirawat. Diawali ketika seorang perawat rumah sakit membisikkan sebuah kalimat di telinga Weiner, meski hanya bisikan namun itu sudah cukup baginya.

Penghakiman Massal Kucumbu Tubuh Indahku

“Penghakiman massal lewat media sosial berkali terjadi pada karya seni dan pikiran atas keadilan. Gejala ini menunjukkan media sosial telah menjadi medium penghakiman massal tanpa proses keadilan, melahirkan anarkisme massal,” demikian pernyataan Sutradara Garin Nugroho atas petisi penolakan film Kucumbu Tubuh Indahku.

Film yang terinspirasi dari seorang penari Lengger bernama Rianto ini, bercerita tentang perjalanan hidup seorang Juno dalam pencarian jati dirinya. Lengger sendiri adalah tarian di mana penarinya adalah laki-laki yang mengenakan riasan dan berlenggok seperti perempuan.