Bagaimana perasaanmu ketika tim polisi tiba-tiba datang ke rumah dan membawamu paksa ke kantor polisi dengan dugaan sebagai pelaku kasus pembunuhan? Hal mengejutkan ini terjadi dalam serial Adolescence yang sukses mengguncang para penonton setia Netflix dengan tayangan perdananya pada Kamis (13/03/25).
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran ketika mendengar kata “cinta”? Kata-kata manis yang berirama layaknya sajak pada puisi, perlakukan manis seakan dunia milik sendiri, dan janji-janji romantis yang menautkan dua hati, semuanya adalah definisi cinta yang sering terdengar. Namun, apa jadinya jika dua insan saling bertaut, bahkan hingga ajal tiba? Barangkali itu bentuk cinta yang sesungguhnya.
“Tak ada kutukan yang lebih mengerikan daripada mengeluarkan bayi-bayi perempuan cantik di dunia laki-laki yang mesum seperti anjing di musim kawin.” —halaman 5.
Apa yang akan kamu lakukan ketika tiba-tiba mendapat informasi bahwa sebuah bom terpasang di kereta cepat yang tengah kamu tumpangi dan pelaku teroris meminta tebusan dengan nominal fantastis?
Ketegangan inilah yang menjadi inti cerita dalam Bullet Train Explosion, film aksi-thriller terbaru asal Jepang yang disutradarai oleh Shinji Higuchi. Film ini merupakan adaptasi modern dari film klasik tahun 1975 berjudul The Bullet Train, yang kini ditampilkan dalam nuansa yang lebih intens.
The winner takes it all, the loser has to fall. Begitulah dunia menulis takdir, bukan dengan keadilan, melainkan dengan seleksi yang senyap dan tajam. Di dunia yang mengukur segalanya lewat piala, angka, dan selebrasi, tidak ada tempat bagi mereka yang tak sempat mencapai podium. Tak ada ruang untuk luka, apalagi penjelasan. Yang kalah, harus diam. Yang menang, disorot dari segala arah.
Setiap orang pasti pernah merasa perasaan tidak aman (insecure), tidak percaya diri, ataupun bahkan depresi. Buku karya Brian Krishna yang berjudul “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”, dari penerbit Grasindo menjadi salah satu rekomendasi buku yang harus kamu baca minimal sekali seumur hidup.
Lilo & Stitch adalah film live-action dari seri animasi “Lilo & Stitch” yang rilis pada tahun 2002. Film yang bergenre fiksi ilmiah komedi ini disutradarai oleh Dean Fleischer Camp dan ditulis oleh Chris Kekaniokalani Bright. Berlatar belakang Hawaii yang indah dan eksotis, film ini menceritakan tentang persahabatan yang tidak terduga antara seorang gadis kecil yang kesepian dan makhluk alien yang paling dicari di galaksi.
Bertemu dengan orang yang dicintai, tentu bahagia yang tiada duanya. Jantung berdegup kencang, hati berbunga-bunga, hingga makan dan tidur pun rasanya jadi tak tenang. Sering kali, kita memimpikan untuk bisa merajut kasih dengan orang yang dicintai. Melalui lagu “Reality”, mereka yang jatuh cinta dalam diam akan merasa terhubung (relate), sebab suka-duka cinta tersaji lewat alunan melodi pop rock yang lembut, serta dibalut untaian lirik romantis nan melankolis yang menyetuh saat didengarkan.
Jika kamu dihadapkan dalam suatu kondisi untuk bertahan hidup di sebuah kapal tenggelam di lautan, sehingga harus bertahan hidup selama beberapa hari di tengah lautan bebas, bagaimana kamu dapat melewati kondisi tersebut? Kondisi tersebut sudah pernah dihadapi oleh Walter, serta telah dituliskan dalam buku yang berjudul The Boat.
Dalam film Don’t Breathe, Fede menyajikan sesuatu yang berbeda. Film ini bukan soal hantu atau makhluk gaib, tapi soal ketakutan yang datang dari manusia itu sendiri. Ceritanya cukup sederhana. Tiga orang remaja bernama Rocky, Alex, dan Money, memutuskan untuk mencuri rumah seorang pria buta yang tinggal sendirian di sebuah kawasan sepi di Detroit. Mereka mengira ini akan jadi pencurian yang mudah, nyatanya pria buta itu justru sangat berbahaya.
