Hits: 471
Hanina Afifah
Pijar, Medan. Bertemu dengan orang yang dicintai, tentu bahagia yang tiada duanya. Jantung berdegup kencang, hati berbunga-bunga, hingga makan dan tidur pun rasanya jadi tak tenang. Sering kali, kita memimpikan untuk bisa merajut kasih dengan orang yang dicintai. Melalui lagu “Reality”, mereka yang jatuh cinta dalam diam akan merasa terhubung (relate), sebab suka-duka cinta tersaji lewat alunan melodi pop rock yang lembut, serta dibalut untaian lirik romantis nan melankolis yang menyetuh saat didengarkan.
Mulanya, lagu yang berdurasi 4 menit 49 detik ini ditulis oleh komposer musik asal Prancis, yakni Vladimir Cosma, yang kemudian dipopulerkan oleh Richard Sanderson pada tahun 1980, hingga menjadi lagu pengiring (soundtrack) yang fenomenal pada film Prancis berjudul La Boum, dan film Sunny asal Korea Selatan. Meski telah dirilis lebih dari empat dekade lalu, lagu ini masih setia menemani para pendengarnya, dibuktikan dari jumlah streaming lebih dari 29 juta kali pada platform musik Spotify per 2 Juni 2025.
Berangkat dari persoalan sulitnya membedakan realita dan imajinasi kala dilanda cinta, lagu “Reality” menggambarkan betapa kedua hal itu kerap merusuhi isi kepala, hingga mengaburkan logika. Melansir dari situs lyricslayer.com, kebimbangan inilah yang menjadi latar belakang utama di balik garis besar cerita lagu ini.
Met you by surprise,
I didn’t realize
That my life would change forever
Lagu ini dibuka dengan suguhan makna tentang bagaimana cinta kerap hadir tanpa aba-aba, menyelinap perlahan, dan diam-diam mengambil alih seluruh ruang batin hingga mengubah jalan kehidupan menjadi lebih berwarna.
Dreams are my reality,
A different kind of reality
Bagi mereka yang dilanda cinta, mimpi lebih dari sekadar bunga tidur, melainkan menjadi tempat ternyaman untuk mengekspresikan rasa cinta. Tak peduli khayalan melenggang bebas, hingga mengesampingkan logika.
I dream of loving in the night,
And loving seems alright
Although it’s only fantasy
Di alam mimpi pula, cinta terasa nyaman, indah, dan tak perlu merasa takut akan luka. Meski hanya imajinasi belaka, tetapi di sanalah penulis merasakan ketenangan dalam menghayati perasaan yang menyeruak di lubuk hati.
If you do exist, honey don’t resist
Show me a new way of loving
Tell me that it’s true, show me what to do
I feel something special about you
Setelah bersembunyi di balik fantasi mimpi, untaian lirik tersebut mengungkap bahwa penulis lagu mulai membuka diri terhadap kemungkinan bahwa cinta yang ia impikan benar-benar ada. Ia berharap seseorang datang, membimbing, dan mencintai dengan cara yang nyata. Bait lirik ini menggambarkan transisi bahwa imajinasi dan realita mulai berdamai dalam perasaan, bukan hanya sebatas angan.
Barangkali, kamu juga pernah mencintai seseorang dalam diam, dalam imajinasi, dalam mimpi yang tak pernah jadi nyata. Maka dari itu, lagu “Reality” mengajakmu merenungkan sejauh mana kamu berani memberi ruang pada rasa itu? Bila mengakuinya di dunia nyata terasa rumit, tak apa sesekali bersembunyi dalam mimpi. Sebab terkadang, di sanalah tempat yang tepat untuk mengakui dan membiarkannya tumbuh secara tulus.
Walau begitu, rasa cinta yang kamu rasakan sepenuhnya menjadi otoritasmu. Tentukan pilihanmu dan renungkan dengan seksama, apakah cukup membiarkan ‘rasa itu’ berkutat pada angan-angan semata, atau justru mengambil langkah berani untuk mengungkapkannya?
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

