Hits: 36

Josephine

Pijar, Medan. Di dunia yang seringkali terasa terfragmentasi, ada kalanya seseorang yang terlihat ceria dan penuh semangat di depan layar juga dapat merasa sedih dan kesepian. Begitulah yang dialami oleh Lilo dalam film Lilo & Stitch. Diproduksi oleh Walt Disney Pictures dan Rideback, film ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat usai resmi tayang di bioskop Indonesia pada Rabu (21/5/2025).

Lilo & Stitch adalah film live-action dari seri animasi Lilo & Stitch yang rilis pada tahun 2002. Film yang bergenre fiksi ilmiah komedi ini disutradarai oleh Dean Fleischer Camp dan ditulis oleh Chris Kekaniokalani Bright. Berlatar belakang Hawaii yang indah dan eksotis, film ini menceritakan tentang persahabatan yang tidak terduga antara seorang gadis kecil yang kesepian dan makhluk alien yang paling dicari di galaksi.

Lilo Pelekai—diperankan oleh Maia Kealoha—adalah seorang gadis berusia enam tahun yang cerdas dan imajinatif, yang tinggal di sebuah pulau di Hawaii. Meskipun ia telah berjuang untuk menyesuaikan diri dengan teman-teman sebayanya, Lilo masih sering merasa terasingkan. Setelah orang tuanya meninggal, Lilo dirawat oleh kakak perempuannya yang berusia 19 tahun. Nani Pelekai—diperankan oleh Sydney Agudong berusaha keras untuk menjadi wali yang bertanggung jawab sambil menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadinya.

Kehidupan Lilo dan Nani menjadi semakin rumit ketika Lilo mengadopsi seekor “anjing” yang dinamakan Stitch, diperankan oleh Chris Sanders. Tanpa sepengetahuan Lilo, Stitch sebenarnya merupakan Eksperimen 626, yaitu makhluk alien hasil rekayasa genetika yang sangat kuat dan diciptakan untuk menyebabkan kekacauan. Pada waktu itu, Stitch melarikan diri dari penangkaran antargalaksi dan mendarat darurat di Bumi.

Bersembunyi dari para pemburu alien yang dikirim untuk menangkapnya, Stitch justru ditemukan oleh Lilo dan mereka mulai hidup bersama. Awalnya, Stitch yang nakal dan destruktif menimbulkan serangkaian kekacauan atau kerusuhan, baik di sekitar rumah Pelekai maupun di seluruh pulau. Tingkah lakunya yang merusak kemudian mengancam upaya Nani untuk mempertahankan hak asuh atas Lilo.

Namun, di bawah bimbingan Lilo, Stitch perlahan-lahan mulai belajar tentang ‘ohana’, kata Hawaii yang berarti keluarga. Hal ini bermakna bahwa keluarga berarti tidak ada yang tertinggal atau dilupakan. Melalui kesabaran, cinta, serta penerimaan Lilo yang tak bersyarat, Stitch akhirnya mulai memahami bahwa ia bisa menjadi lebih dari sekadar mesin perusak, ia bisa menjadi bagian dari sebuah keluarga yang penuh kasih.

Sama seperti seri animasi aslinya yang dirilis 23 tahun yang lalu, versi live-action Lilo & Stitch tetap mengandung kehangatan yang berasal dari pengisahan nilai-nilai keluarga. Keluarga tidak hanya sebatas dari hubungan darah, akan tetapi juga dapat ditemukan di tempat yang tak terbayangkan. Bukan hanya itu, budaya Hawaii juga tetap dipertahankan dengan apik, mulai dari hula, ukulele, bahasa lokal, hingga lanskap tropis yang ada di kepulauan tersebut.

Film Lilo & Stitch menjadi pengingat yang kuat tentang pentingnya keluarga, penerimaan, dan cinta tanpa syarat. Dibungkus dalam visual yang memukau dari kepulauan Hawaii, film ini juga menawarkan kisah klasik dengan humor yang khas. Bagi kalian yang ingin kembali merasakan kehangatan keluarga yang istimewa, film ini akan membawa kalian kepada petualangan yang penuh dengan tawa dan air mata.

Ohana berarti keluarga. Keluarga berarti tidak ada yang ditinggalkan. Tapi jika kamu ingin pergi, kamu bisa pergi. Tapi aku akan mengingatmu.” – Lilo.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment