Hits: 43

Dwi Garini Oktavianti

Pijar, Medan. Pernahkah terlintas di benakmu jika dalam kehidupan kita sehari-hari, secara tidak sadar menerapkan konsep dasar dari pemasaran? Baik dalam berbusana, berbicara, bahkan berpenampilan, kita tentunya sangat memerhatikan apa yang akan kita gunakan demi menciptakan impresi yang baik. Oleh karena itu, dalam buku Belajar Marketing, Belajar Hidup, hal-hal tersebut akan dibahas secara menyeluruh!

Buku Belajar Marketing, Belajar Hidup merupakan buku karya penulis ternama Indonesia, bernama Henry Manampiring. Buku ini tidak hanya menyuguhkan ilmu pemasaran sebagai teori bisnis semata. Dengan gaya bahasa yang ringan dan personal, buku ini justru mengajak pembaca menyadari bahwa konsep-konsep dasar pemasaran ternyata telah menjadi bagian dari hidup kita, sering kali tanpa kita sadari. Membaca buku ini seperti melihat cermin, di mana ternyata selama ini kita sudah menerapkan strategi pemasaran dalam berbagai aspek kehidupan pribadi.

Salah satu kekuatan buku ini adalah pendekatannya yang membumi. Henry tidak menyodorkan teori rumit atau istilah akademis yang sulit dicerna. Sebaliknya, ia menggunakan analogi sederhana dan contoh nyata yang membuat pembaca bisa langsung mengaitkan dengan pengalaman pribadi.

Misalnya, saat kita membuat Curriculum Vitae (CV) atau portofolio yang menarik saat melamar kerja, hal itu sejatinya adalah bentuk penjenamaan pribadi. Saat kita memilih baju tertentu agar tampil percaya diri saat presentasi, itu adalah strategi penempatan atau positioning. Bahkan saat kita membuat “janji manis” saat mendekati gebetan, hal tersebut juga bisa dikaitkan dengan promosi.

Buku ini juga menyoroti pentingnya memahami “kebutuhan konsumen”. Dalam hal ini, bukan hanya pelanggan dalam konteks bisnis, tetapi juga orang-orang di sekitar kita, seperti atasan, teman, pasangan, hingga keluarga. Henry menekankan bahwa kunci komunikasi yang efektif adalah memahami apa yang dibutuhkan lawan bicara. Kemudian menyampaikan nilai atau “manfaat” dari diri kita dengan cara yang tepat. Pendekatan ini tidak hanya relevan di dunia kerja, tapi juga dalam membangun relasi sosial yang sehat.

Menariknya lagi, gaya khas penulisan buku ini tidak terdengar menggurui. Sebaliknya, Henry membawa pembaca menyusuri pengalaman-pengalamannya sebagai seorang pemasar dan manusia biasa, lengkap dengan berbagai kegagalan dan pembelajarannya. Dari pengalamannya, kita bisa melihat bahwa marketing bukan sekadar teknik menjual produk, tetapi seni memahami manusia dan menyampaikan nilai dengan empati.

Berisi sekitar 260 halaman, Belajar Marketing, Belajar Hidup adalah bacaan yang padat makna, tetapi tetap ringan. Buku ini cocok untuk dibaca oleh siapa saja, baik mahasiswa, profesional, maupun siapa saja yang ingin lebih memahami konsep-konsep dasar pemasaran dan cara berinteraksi secara positif dalam kehidupan.

Salmawana, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU), mengungkapkan bahwa buku ini telah digunakan di salah satu mata kuliah wajib mereka.

“Buku Belajar Marketing, Belajar Hidup sudah kita gunakan sebagai buku bacaan wajib di mata kuliah Integrated Marketing Communication (IMC), sih. Buku ini ternyata relate banget dengan kehidupan kita sehari-hari. Banyak banget pernyataan yang disebutkan di buku ini yang ternyata secara tidak sadar udah aku terapin di kehidupan sehari-hari aku. Insightful banget dan cocok digunakan bagi semua kalangan yang ingin mengetahui apa itu marketing,” ungkapnya.

Pada akhirnya, buku ini mengajarkan bahwa hidup dan pemasaran memiliki korelasi, yaitu keduanya mengenali nilai, membangun persepsi, dan berkomunikasi dengan tulus. Henry Manampiring berhasil membuktikan bahwa belajar pemasaran, sejatinya adalah belajar menjadi manusia yang lebih bijak dan efektif dalam hidup.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment