“Wah! kamu kurusan ya, jadi lebih enak dilihat.” Kalimat seperti ini terdengar seperti pujian, tetapi ada sesuatu yang terasa aneh. Ada lapisan halus yang membuat penerimanya bertanya dalam hati. Apakah ini benar-benar pujian, atau ada sesuatu yang sedang diselipkan. Ini adalah contoh klasik dari Backhanded Compliment. Sebuah komentar yang manis di awal, tetapi terasa getir di bagian akhirnya.
Seluruh masyarakat dunia tentu menggunakan media sosial secara aktif. Bukan sekadar penyedia hiburan, kini media sosial menjelma menjadi media multifungsi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi lintas kepentingan. Salah satunya ialah menjadi wadah bagi industri media untuk melancarkan ragam informasi.
Fenomena ini dikenal sebagai Peer Pressure, yaitu tekanan yang muncul dari teman sebaya terhadap pilihan gaya hidup seseorang. Tekanan ini bersifat halus dan bukan muncul dari paksaan langsung, melainkan dari kebutuhan untuk merasa diterima dan menjadi bagian dari lingkungan sosial.
Saat ini, fenomena tsunami informasi dan mudahnya akses ke konten digital membuat masyarakat seakan tidak bisa lepas dari ketergantungan konsumsi konten ringan secara berlebihan. Akibatnya, sering kali seseorang akhirnya merasa sulit fokus saat bekerja, atau mendadak kehilangan waktu karena terus berselancar di media sosial.
Kita memiliki waktu 24 jam dalam satu hari. Namun, mengapa rasanya waktu begitu cepat berlalu? Saat tugas menumpuk, tenggat mendesak, dan berbagai aktivitas harus dijalankan, sehari seolah tidak pernah cukup. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya manajemen waktu agar seluruh kegiatan dapat terencana dan terlaksana dengan baik setiap harinya.
Di dunia kerja yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak orang mulai sadar bahwa hidup bukan hanya mengenai pekerjaan yang tanpa henti. Dari kesadaran itu, muncul istilah yang kini populer di kalangan pekerja muda, yaitu Tenggo. Istilah ini cukup sederhana, tetapi mempunyai makna tersendiri. “Teng” menggambarkan bunyi jam atau bel yang menandakan waktu pulang, sedangkan “Go” berasal dari bahasa Inggris yang artinya pergi.
Pernahkah kamu mendengar yang namanya air demineral? Air demineral adalah air yang diproses sedemikian rupa, sehingga hanya memiliki sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki mineral. Berbeda dengan air mineral yang di dalamnya terkandung mineral dan kalsium dari sumber alami seperti magnesium, natrium, kalium, dll.
Ketika sedang terik-terikan di bawah sinar matahari, paling nikmat jika disuguhi dengan air kelapa muda yang membuat tenggorokan langsung terbanjiri oleh kesegaran yang begitu luar biasa. Tetapi, tahukah kamu bahwa air kelapa itu bukan hanya sekadar minuman penghilang dahaga, melainkan bisa menjadi salah satu solusi dari berbagai penyakit?
Apakah kamu pernah mengalami fase di mana kamu seolah bingung sejenak? Seperti pergi ke sebuah ruangan untuk melakukan sesuatu, tetapi secara tiba-tiba lupa hendak melakukan apa. Atau merasa kehilangan sebuah benda, padahal benda tersebut sedang kamu gunakan, bahkan ada di sekitarmu. Ternyata, fenomena ini cukup banyak dirasakan oleh beberapa kalangan, dan fenomena ini disebut dengan istilah Jam Koma.
Star Syndrome menggambarkan kondisi seseorang yang merasa dirinya sempurna, merasa bintang, dan pantas untuk dikagumi meski kenyataannya tidak mendukung. Dilansir dari hellosehat.com, kondisi ini juga sering dikaitkan dengan Narcissistic Personality Disorder (NPD).
