Tidak semua orang tumbuh dengan rumah yang terasa aman. Apa yang kita rasakan hari ini, sering kali berakar dari pengalaman di masa lalu. Dalam banyak kasus, reaksi emosional yang berlebihan bukan sekadar “drama”, melainkan respons dari luka lama yang belum benar-benar sembuh atau yang dikenal sebagai trauma psikologis.
Di beberapa keluarga, terutama di lingkungan Asia, dorongan untuk berprestasi sering muncul bahkan sejak anak masih kecil. Jadwal belajar yang padat, mengikuti les tambahan, sampai tuntutan nilai yang tinggi jadi hal yang cukup umum ditemui.
Akhir-akhir ini, pemandangan mahasiswa membawa tumbler di lingkungan kampus sudah sangat biasa, baik di ruang kelas, perpustakaan, hingga kafe di sekitar kampus. Tumbler atau botol minum pribadi seolah menjadi bagian dari “identitas” mahasiswa modern.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), curhat merupakan bentuk tidak baku dari frasa “curahan hati” yang diartikan sebagai tindakan menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi kepada orang terdekat, seperti orang tua, sahabat, maupun sosok lainnya. Dalam dinamika kehidupan sehari-hari, setiap individu kerap berhadapan dengan berbagai persoalan, mulai dari tekanan pekerjaan hingga permasalahan hubungan sosial.
Lebaran merupakan hari yang sangat dinanti umat Muslim di seluruh dunia. Hari raya yang menjadi momentum kumpulnya semua keluarga, melepas rindu, tertawa bersama, hingga mencicipi makanan yang mungkin jarang kita konsumsi. Tidak jarang, banyak orang ingin memberikan yang terbaik pada momen perayaan sekali setahun ini.
Di tengah suasana kelas yang hening atau rapat yang berlangsung lama, sering kali terlihat seseorang yang tidak benar-benar mampu diam. Jemarinya memainkan bolpoin, kakinya bergerak pelan di bawah meja, atau tangannya tanpa sadar memutar cincin di jari.
Pernahkah kita bertanya apakah kita sudah berpikir secara rasional dalam menjalani keseharian, atau ketika berargumen? Apakah kita sering melakukan kesalahan berpikir yang membuat argumen kita menjadi tidak nyambung?
Kesadaran Masyarakat Indonesia untuk menerapkan gaya hidup sehat semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir ini. Salah satu tren yang paling menonjol adalah meningkatnya kebiasaan minum air putih secara rutin, terutama di kalangan anak muda seperti mahasiswa, pelajar, dan pekerja urban.
Perubahan iklim yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir, berdampak pada banyak aspek dalam kehidupan; kesehatan hingga kesejahteraan. Sebagian manusia yang merasakan langsung perubahan iklim tersebut pastinya merasakan keresahan sewaktu-waktu saat kejadian. Ditambah dengan arus media sosial yang kian cepat menyebar, meningkatkan stres hingga kecemasan, depresi, dan hilangnya harapan untuk masa depan. Fenomena ini, lebih dikenal dengan istilah Climate Anxiety atau kecemasan iklim.
Perkembangan teknologi keuangan dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar kepada masyarakat Indonesia, yang mulai memasuki era tanpa uang tunai. Dalam kehidupan sehari-hari yang semuanya semakin serba cepat, kita pasti sering mendengar istilah “cashless society” atau yang dimaksud dengan era masyarakat tanpa uang tunai.
