Siapa yang tidak mengenal Donny Dhirgantoro? Penulis buku best seller yang ada di Indonesia. Penulis buku legendaris 5 cm yang bercerita tentang anak bangsa dalam ikatan persahabatan. Setelah 15 tahun lamanya tidak menerbitkan buku, akhirnya tahun ini Donny Dhirgantoro kembali menerbitkan bukunya. Sebuah sekuel dari 5 cm yang memiliki judul menarik dan puitis.
Meskipun telah memasuki era new normal, bukan berarti kita bisa bebas dan merasa tidak peduli atau bahkan menganggap virus ini tidak ada, sehingga kita lalai dan tidak menggunakan masker ketika bepergian ke luar rumah, berada di kerumunan, bus, pasar, atau tempat tempat umum lainnya.
Berbicara mengenai olahraga, ada satu olahraga yang sangat digandrungi masyarakat di masa pandemi ini, yakni bersepeda. Tidak seperti masa pra-pandemi, saat ini mudah sekali bagi kita menemui para pesebeda di jalanan. Kini para pesepeda pun layaknya seperti pasukan semut yang tiba-tiba berkumpul dan bergerak beramai-ramai. Bedanya, para pesebeda ini tidak serapi semut ketika berjalan, bahkan pesepeda pun acap kali menganggu kendaraan lainnya di jalanan.
Hits: 18Ade Khairani Bustami Ganjil… Mungkin bagimu ganjil berarti perbedaan Namun bagiku ganjil adalah aku Aku yang ganjil, dan…
“Berani mencoba, jangan takut gagal sebelum mencoba, jangan takut jatuh sebelum melangkah, kesuksesan milik orang yang berani mencoba. Ingat! Apa yang tidak mungkin seringkali karena kita belum pernah mencobanya,”
Olahdulu yang merupakan gerakan kampanye literasi media dalam melawan infodemi, sukses menggelar talkshow bertemakan “Infodemi Sebagai Fenomena dalam Komunikasi Massa” melalui akun instagram-nya @olahdulu.2020 (10/10).
Kegiatan yang bertajuk talkshow ini mengundang Dra. Mazdalifah, M.Si., Ph.D. yang merupakan Dosen Ilmu Komunikasi USU sebagai pemateri. Beliau juga merupakan dosen yang konsen mengajarkan mata kuliah komunikasi massa. Selain itu, ia juga dikenal sebagai salah satu pakar literasi media di Indonesia.
Psikis manusia semakin hari semakin gencar dibicarakan belakangan ini. Bahkan, yang lebih parah lagi hampir 57 ribu penderita gangguan jiwa di dunia terpaksa dipasung. Data yang dihimpun dari Human Right Watch yang dikutip melalui laman Historia.id, penderita gangguan jiwa yang dipasung itu terpaksa harus hidup seperti binatang hanya karena dianggap lebih aman dan tidak mengganggu orang banyak.
Belum lagi habis perbincangan mengenai virus corona yang masih terus melanda, kini Indonesia kembali di marakkan dengan istilah Omnibus Law.
