Dheandra Hanani Nalsalitha / Cut Tasya Salsabila

Pijar, Medan. Televisi merupakan salah satu saluran komunikasi berbasis media terbesar untuk penyampaian informasi dan juga berperan kuat dalam mepersuasi masyarakat. Televisi ditemukan pertama kali oleh John Logie Baird pada tahun 1920 dengan peralatan yang masih sederhana dan disempurnakan pada tahun 1927 oleh Philo Farnsworth. Kemudian, pada tahun yang sama juga, beliau mematenkan televisi elektronik rancangannya sendiri. 

Keunggulan televisi membuat banyak negara mulai mendirikan stasiun televisi, salah satunya adalah Indonesia. Di Indonesia sendiri stasiun televisi pertama adalah TVRI. Dilansir dari wikipedia.org, TVRI pertama kali naik daun pada tahun 1962 dan sempat menikmati keberhasilannya sebelum akhirnya muncul stasiun TV swasta yang kita kenal sampai sekarang dengan nama RCTI. TVRI dikenal sebagai saluran TV yang menayangkan lebih dari 50% siaran berita dan sisanya adalah serial edukasi. Sementara itu, RCTI lebih dikenal dengan penayangan film ataupun sinetron dan tayangan ajang pencarian bakat seperti Indonesian Idol. Hingga saat ini, stasiun TV di Indonesia terus berkembang dengan berbagai program yang menarik. 

Perkembangan dan pengaruh besar televisi di dunia mendorong terbentuknya Hari TV Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 November. Tribunnewswiki.com memaparkan bahwa Hari TV Internasional ditetapkan oleh PBB berdasarkan resolusi PBB nomor 51/205 pada 17 Desember 1996.

Dewasa ini, televisi masih menjadi saluran komunikasi nomor satu di dunia, namun perkembangannya kini sudah dibumbui oleh banyaknya gimik dan hoaks yang beredar. Opini publik mudah sekali terombang-ambing dikarenakan banyaknya siaran yang tidak memberikan informasi yang cukup pasti. Bahkan demi menaikkan rating, beberapa stasiun TV menambah drama dalam setiap program yang disajikan. Melihat kondisi masyarakat Indonesia yang mudah terpengaruhi, pihak-pihak ini mempertahankan unsur gimik dalam siarannya.

Dalam memperingati Hari Televisi Internasional, sebagai penonton marilah kita lebih bijaksana lagi dalam memilih dan memilah setiap berita dan program yang ada. Jangan sampai dibawa hanyut oleh drama dan hoaks yang ditayangkan. Masih banyak siaran televisi lain yang mampu memberikan kita informasi bermanfaat. Ayo kita kembalikan peran televisi sebagai salah satu sumber informasi untuk edukasi di tengah masyarakat. 

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

 

Leave a comment