Hits: 58

Anggi Yessika / Samuel Sinurat

Pijar, Medan. Setiap tahunnya Indonesia selalu memperingati Hari Guru Nasional yaitu pada tanggal 25 November. Pada tanggal tersebut juga bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang saat ini sudah mencapai ke 75 tahun. Hari tersebut bukan hari libur nasional namun upacara peringatan khusus yang sering diadakan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Biasanya, dalam peringatan Hari Guru Nasional para murid memberikan ucapan secara langsung dan tidak sedikit juga yang memberi sebuah hadiah kecil sebagai tanda terima kasih kepada gurunya. Namun, peringatan hari guru tahun ini sangat berbeda dari biasanya. Kenyataan bahwa pandemi Covid-19 yang masih melanda, membuat seluruh masyarakat Indonesia untuk mengerjakan segala sesuatu dari rumah termasuk belajar dari rumah.

Sejak dahulu, guru dikenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa. Mungkin dalam situasi normal, peran guru sebagai pahlawan tanpa jasa belum terlihat dengan jelas. Namun sejak mewabahnya pandemi Covid-19 ini, peran guru di Indonesia sudah terlihat jelas. Perubahan yang terjadi akibat pandemi memunculkan sistem kebijakan pembelajaran jarak jauh dengan pemanfaatan teknologi. Hal ini membuat para guru harus cepat beradaptasi dengan teknologi.

Banyaknya kendala yang sering terjadi dalam proses pembelajaran daring, seperti masalah jaringan dan fasilitas yang kurang memadai. Hal ini merupakan tantangan bagi para guru, terutama di daerah-daerah terpencil. Mengenail hal tersebut, guru-guru harus rela menempuh jalan berkilo-kilometer ke rumah murid-murid yang tidak mempunyai fasilitas pendukung selama program belajar daring ini. Mereka tidak memikirkan masalah jarak tempuh yang harus dilalui, tetapi yang para guru pikirkan adalah bagaimana agar para siswa dapt tetap mengikuti pembelajaran meskipun di situasi yang tidak mendukung seperti saat ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memberikan apresiasi terhadap perjuangan guru melalui kata sambutannya pada acara peringatan Hari Guru Sedunia secara virtual yang disiarkan langsung melalui Kanal Youtube Kemendikbud RI (8/10/2020). “Patut kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Terima kasih saya yang tak terhingga, saya ucapkan bagi ibu dan bapak guru yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi para murid. Pandemi telah memberikan hikmah yang begitu berharga, sehingga ketika nanti ada tantangan besar lagi kita sudah jauh lebih siap menghadapi krisis,” ucapnya.

Perayaan Hari Guru memiliki tema yang berbeda setiap tahunnya. Tema peringatan Hari Guru Nasional ke-75 tahun 2020, yaitu “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar”. Kemudian terdapat logo yang merupakan desain karya dari Teguh Prasongko, pemenang sayembara logo HGN yang diselenggarakan Kemendikbud. Dalam ilustrasinya melukiskan bapak dan ibu guru serta siswa siswi yang tampak ceria dengan memakai masker kemudian ditambah elemen lain seperti simbol dari sinyal wifi, laptop, dan aplikasi telekonfrensi sebagai tanda pemanfaatan teknologi pendukung pembelajaran jarak jauh.

Sementara itu, keseluruhan elemen tersebut tergabung dalam bentuk hati yang kaya akan warna dan memiliki makna bahwa seluruh komponen pendidikan mulai dari guru, murid, hingga orang tua, dengan menciptakan semangat belajar yang penuh kasih dan cinta dalam memberikan hasil terbaik untuk dunia pendidikan di Indonesia.

Tidak ada yang bisa menghalangi semangat dari para guru serta para pelajar sebagai generasi penerus bangsa, meskipun masih dalam kondisi pandemi saat ini. Semua pihak turut memberi dukungan demi terciptanya kemajuan dan kecerdasan bangsa ini.

Terima kasih guruku, engkaulah patriot pahlawan tanpa tanda jasa.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment