Untuk mengenal film dokumenter lebih dalam dan luas lagi, Laboratorium Ilmu Komunikasi (LIK) menyelenggarakan Workshop tentang Film Dokumentasi pada (19/11), yang dimulai dari pukul 08.30-12.30 WIB melalui platform Zoom meeting. Pada kesempatannya, workshop ini mengundang narasumber Onny Kresnawan, seorang Ketua Asosiasi Dokumentaris Nusantara Koordinator Daerah Medan yang dipandu oleh Haris Wijaya, S.Sos., M.Comm sebagai moderator.
Sobat Pijar masih ingat tidak dengan kasus yang merundung seorang anak bernama Rizal yang menjual jalangkote di Sulawesi? Hal ini menarik perhatian serta simpati banyak orang. Selain bersimpati terhadap hal yang menimpanya, banyak orang penasaran dengan gorengan yang dijual oleh Rizal. Lantas, seperti apa panganan jalangkote itu?
Jalangkote merupakan kuliner khas Makassar yang bisa disebut sebagai jajanan “legend”. Namanya sendiri berasal dari kata “jalang” yang berarti jalan dan “kote” yang berarti berkotek-kotek atau berteriak. Dinamakan jalangkote karena sejarahnya jajanan ini dijual oleh anak-anak yang berkeliling sembari berteriak. Dilansir dari berbagai sumber, jajanan ini sudah ditetapkan sebagai top 10 kuliner khas kota Makassar oleh pemerintah setempat.
Kondisi yang serba terbatas akibat adanya pandemi tidak menyurutkan semangat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bahana Mahasiswa Universitas Riau untuk menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional. Ini merupakan kali keempat diadakannya Kelas Jurnalisme Sastrawi (Kenal Sastrawi). Bertempat di Pekanbaru, tepatnya di Whiz Hotel, kegiatan ini berlangsung dari 17-19 November 2020. Dengan pemateri yang memiliki latar belakang di bidang kepenulisan, acara ini berlangsung dengan lancar. Perlu diketahui, tahun ini Kenal Sastrawi IV menghadirkan Andreas Harsono (Pendiri Yayasan Pantau) dan Made Ali (koordinator Jikalahari) sebagai pemateri.
Perkembangan budaya asing di Indonesia semakin mengkhawatirkan bagi perkembangan budaya nasional. Hal ini dapat dilihat dari maraknya budaya asing di negara Indonesia, mulai dari segi musik, tarian, film, makanan, acara pertunjukan, dan lainnya. Hal ini tentu berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat, sehingga secara alamiah masuknya budaya asing semakin tidak dapat dihindari.
Mengenai hal tersebut, Solopos FM mengadakan talk show yang mengangkat tema “Komunikasi Hebat” pada 18 November 2020 melaui platform Zoom meeting, Youtube resmi Solopos FM, dan live streaming melalui www.soloposfm.com yang dimulai dari pukul 16.00 Wib – 17.00 Wib.
Istilah Que Sera Sera dipercaya berasal dari istilah dalam bahasa Italia ‘che sarà sarà’ yang berarti ‘apa yang terjadi, terjadilah’ pertama kali didokumentasikan pada abad ke-16 sebagai slogan heraldik Inggris. Istilah ini digunakan sebagai slogan keluarga oleh John Russell, Pangeran Bedford yang pertama dan juga anaknya Francis Russell yang merupakan Pangeran Bedford kedua.
Hustle Culture adalah suatu gaya hidup di mana seseorang merasa bahwa dirinya harus terus bekerja keras kapanpun dan di manapun dan hanya meluangkan sedikit waktu untuk beristirahat, dengan begitu ia dapat merasa bahwa dirinya sukses.
IMAJINASI USU berhasil memproduksi program terbaru yang bernama Commbinasi. Pada episode pertamanya, IMAJINASI mendatangkan pengusaha muda nan cantik bernama Faranisa Amalia. Talk show dengan judul “Story Time & Tips Merintis Bisnis di Usia Muda” itu dirilis melalui kanal YouTube pada hari Sabtu, 14 November 2020.
Rapat Penyusunan Buku Laporan Tahunan Pusllitbang Kumdil Mahkamah Agung RI 2020 diadakan di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara yang digelar oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI pada (2-4/11) itu dihadiri oleh peserta rapat yang berjumlah 28 orang. Beberapa diantaranya adalah unsur peneliti, hakim, pejabat fungsional, dan struktural.
Dimulai dari sebuah pertanyaan singkat dan sederhana, namun bermuatan teologis yang tinggi. Pertanyaan yang dikeluarkan oleh seorang perawat sebuah rumah sakit di tempat Weiner dirawat. Diawali ketika seorang perawat rumah sakit membisikkan sebuah kalimat di telinga Weiner, meski hanya bisikan namun itu sudah cukup baginya.
