Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia kembali mengadakan webinar. Di mana webinar seri pertama membahas tentang “Ekonomi” dan seri kedua tentang “Kesehatan” yang sebelumnya telah dilaksanakan. Webinar seri ketiga kali ini mengangkat tema “Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan.” Webinar yang diadakan pada platform Zoom dan live youtube ini diadakan pada rabu (02/06) pukul 09:00–15:00. Terdapat dua sesi, sesi pertama membahas mengenai pendidikan secara umum yang berfokus pada karakter. Sedangkan sesi kedua membahas mengenai pendidikan tinggi.
Bahasa isyarat merupakan suatu cara berkomunikasi yang mengandalkan simbol atau bahasa tubuh, gerakan bibir, dan komunikasi manual.
Ironi dari realita produk kosmetik itu disajikan melalui animasi film dokumenter Save Ralph. Film hasil garapan Humane Society International (HSI) bersama sejumlah sineas dan bintang film Hollywood ini menjadi ajang kampanye yang bertujuan untuk mengakhiri uji coba kosmetik pada hewan di seluruh dunia.
Isu keuangan selama masa pandemi tentu sangat krusial, terlebih mahasiswa tentu berhak tahu dan berhak memberikan saran atau kritik atas fokus keuangan tersebut. Namun masalahnya, laporan akuntabilitas tersebut tak juga kunjung dirilis.
Webinar yang dihadiri oleh lebih dari empat ratus peserta ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para peserta dalam menyadari pentingnya menerapkan Branding dan Visual Communication, baik dalam skala kecil seperti individu, maupun dalam skala yang lebih besar, seperti organisasi dan perusahaan.
Anak-anak pada umumnya harus memiliki kehidupan yang layak, dapat belajar dan bermain. Sebab di usia merekalah masa-masa seperti itu harus tercipta. Tetapi nyatanya, banyak anak-anak di berbagai belahan dunia yang di rampas kehidupannya. Hak anak-anak yang dirampas, pertama yaitu hak untuk hidup. Banyak anak-anak menjadi korban dari konflik kelompok antar suku, agama, dan bangsa. Selain itu, anak-anak yang hidup di daerah konflik sering direkrut menjadi pasukan oleh kelompok bersenjata, diculik atau dijadikan korban kekerasan seksual.
Namun, jika dilihat dari official video musiknya, lagu ini Feby dedikasikan kepada teman-teman yang sedang berjuang dalam pergerakan tentang Budaya Tuli, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), dan kesetaraan hak yang sama dengan masyarakat dengar. Pada intinya, lagu “Usik” menggambarkan tentang perjuangan. Pastinya berjuang dalam berbagai hal yang positif.
Di era modern ini, standar kecantikan lebih beragam. Akan tetapi, media dan arus globalisasi memberikan celah untuk masuknya berbagai pemahaman cantik menjadi cantik seperti ala Korea atau cantik ala Eropa. Padahal, definisi kecantikan yang sebenarnya dapat diartikan sebagai sesuatu yang kita sukai, sesuatu yang menarik, atau menginspirasi sehingga mampu membuat kita senang.
“Saya sebenarnya pada awalnya berfokus pada bidang feminisme dan keluarga ketika di Tempo pada waktu itu. Namun, karena saya terlibat dalam berbagai edisi khusus Tempo yang membahas tentang HAM, seperti Whiji Thukul dan lain-lain, saya akhirnya tak bisa lepas juga dari HAM,” ujar Leila S. Chudori saat menceritakan latar belakangnya menuliskan Laut Bercerita melalui diskusi “Reformasi.”
Yulia sebagai pemateri pertama memaparkan tips dan trik mendapatkan beasiswa bagi kaum milenial berdasarkan fenomena-fenomena yang saat ini terjadi. Menurutnya, membangun niat dari dalam diri sendiri ialah hal terpenting. Niat tersebut juga harus diikuti dengan tetap menjaga nilai-nilai akademik dan membuat perencanaan yang matang. Menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan juga merupakan poin penting menurut Yulia, dikarenakan masih banyak pelajar yang kurang menganggap penting hal ini.
