Chairunnisa Asriani Lubis

Pijar, Medan. Industri musik memang seakan tak pernah mati. Selain lagu-lagu baru yang terus bermunculan, ternyata lagu-lagu lama juga tak kalah menarik untuk kembali didengar. Seperti pada bulan September ini, lagu berjudul “Wake Me Up When September Ends” masih menjadi rekomendasi untuk didengar hingga saat ini.

Lagu bergenre alternative rock tersebut dirilis pada tahun 2004 oleh Green Day, band punk rock asal Amerika yang cukup populer. Band yang beranggotakan Billie Joe Armstrong, Mike Dirnt, dan Tre Cool ini sukses membuat lagu tersebut tetap eksis meski usia lagu itu sudah memasuki 17 tahun. Sebab, lagu tersebut dirasa dapat menjadi wadah dalam pengungkapan perasaan bagi pendengarnya yang memiliki kisah pilu di bulan September.

Seperti dilihat dari kolom komentar video klip “Wake Me Up When September Ends” di YouTube, banyak yang mengatakan bahwa lagu ini sangat menggambarkan perasaan mereka yang kehilangan seseorang di bulan September. Oleh karenanya, lagu ini kebanyakan didengar untuk mengenang orang-orang yang dicintai tersebut.

Salah satu kanal YouTube bernama Donna Lombardo, berkomentar bahwa setiap bulan September ia mendengarkan lagu tersebut untuk mengenang putrinya yang lahir di bulan September lalu meninggal 16 tahun kemudian tepat di bulan September juga.

Kesedihan ini ternyata sejalan dengan kisah vokalis Green Day Billie Joe Armstrong ketika menciptakan lagu ini. Dilansir dari suara.com, ia menciptakan lagu tersebut sebagai bentuk dedikasi terhadap ayahnya yang meninggal karena sakit kanker tenggorokan pada September 1982. Di mana pada saat itu, ia masih berusia 10 tahun.

As my memory rests
(Saat kenanganku istirahat)
But never forgets what I lost
(Namun tak pernah lupa yang tlah hilang dariku)
Wake me up when September ends

(Bangunkan aku saat September berakhir
)

Dalam penggalan lirik lagu ini, Green Day menekankan pemaknaan bahwa kenangan dengan seseorang yang telah pergi tak akan sepenuhnya pernah bisa dilupakan. Apalagi, ketika bulan sudah memasuki September yang punya banyak cerita dengannya.

Ring out the bells again
(Bunyikan lagi lonceng-lonceng itu)
Like we did when spring began
(Seperti yang kita lakukan saat musim semi tiba)
Wake me up when September ends

(Bangunkan aku saat September berakhir)

Pengulangan lirik wake me up when September ends dalam setiap bait liriknya juga menandakan bahwa bulan September adalah bulan yang dinanti-nanti untuk mengingat kembali momen-momen kesedihannya.

Hingga saat ini, lagu Wake Me Up When September Ends oleh Green Day ini sudah didengar dan ditonton lebih dari 184 juta kali di kanal YouTube Green Day. Dengan jumlah likes yang mencapai 1,4 juta dan komentar baru di bulan September yang terus bermunculan, menandakan bahwa lagu ini masih sangat fenomenal dan dapat dijadikan sebagai daftar musik untuk bulan September.

(Redaktur Tulisan: Rassya Priyandira)

Leave a comment