Sherenika Azalia

Pijar, Medan. Sobat Pijar tentu saja pernah mendengar seruan ‘Lebih baik mencegah, daripada mengobati’. Seruan itu sangat sesuai dengan kondisi saat ini, dimana dunia sedang menghadapi Covid-19 yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan utama. Namun, saat ini sudah ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan, yaitu vaksinasi.

Menurut kesmas.kemkes.go.id, vaksinasi merupakan proses di dalam tubuh dimana seseorang menjadi terlindungi dari sebuah penyakit dan jika terpapar tidak akan mengalami gejala secara berat. Vaksinasi merupakan langkah awal bagi masyarakat untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan memunculkan herd immunity atau kekebalan komunitas. Vaksin juga merupakan sebuah booster yang diberikan kepada tubuh seseorang, guna memberikan kekebalan terhadap agen infeksi.

Demi meminimalisir dan memutus rantai penyebaran Covid-19, saat ini pemerintah Indonesia gencar melakukan vaksinasi serentak (massal) kepada masyarakat. Di Indonesia sendiri, vaksinasi telah dilakukan sejak awal tahun 2021. Pada awalnya, vaksinasi Covid-19 fokus diberikan kepada garda terdepan atau populasi yang beresiko tinggi, namun kini sudah diberikan secara massal untuk masyarakat umum.

Suasana Hall Bank Mega pada saat vaksinasi Covid-19 dosis pertama, Rabu (7/7/21). Fotografer: Sherenika Azalia

Sobat Pijar tak usah bingung lagi bagaimana cara mendapatkan vaksinasi. Pemerintah sudah memberikan kemudahan untuk masyarakat agar kemudian segera mendaftar dan melakukan vaksinasi dengan menghadirkan aplikasi PeduliLindungi yang dapat diakses dengan mudah melalui smartphone. Vaksin juga dapat diperoleh di berbagai fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, klinik, rumah sakit, serta sentra vaksinasi massal. Tidak lupa untuk menyiapkan berkas seperti fotocopy kartu identitas seperti KTP, serta formulir pendaftaran sebelum datang ke tempat vaksinasi tujuan jika dibutuhkan.

Pada saat mendaftar, pastikan Sobat Pijar telah berusia minimal 18 tahun serta sehat secara fisik untuk mendapatkan vaksinasi. Walaupun saat ini vaksin sudah dapat diberikan kepada Ibu hamil dan anak-anak, namun efek berkepanjangan untuk janin ibu hamil dan kesehatan anak belum dapat dibuktikan dengan penelitian terdahulu mengenai keamanannya. Sehingga lebih baik konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebelum melaksanakan vaksinasi.

Terdapat beberapa vaksin yang digunakan di Indonesia, seperti Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer. Mendengarnya saja membuat kita bingung, mengapa terdapat banyak sekali vaksin yang disediakan. Namun, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, perbedaan jenis vaksin tidak menunjukan adanya hal signifikan yang perlu dikhawatirkan dalam tujuan untuk memunculkan kekebalan di kemudian hari.

Setelah melakukan vaksinasi, mungkin akan muncul reaksi yang berbeda-beda pada setiap orang. Biasanya lapar, kantuk atau bahkan merasa lebih lelah dari biasanya. Hal tersebut merupakan efek ringan dari vaksin yang telah diberikan dan hanya berlangsung sementara. Ada juga yang merasakan nyeri pada lokasi suntikan, alergi, bahkan demam. Sehingga dianjurkan untuk melakukan medical check up terlebih dahulu, jika memiliki riwayat penyakit tertentu sebelum melakukan vaksinasi. Namun, untuk seseorang yang sudah terpapar Covid-19 dan ingin melakukan vaksinasi, setidaknya harus menunggu tiga bulan untuk kemudian divaksin.

Kebijakan melakukan vaksinasi yang ditetapkan oleh pemerintah ini juga dilakukan bersamaan dengan adanya mengeluarkan kebijakan kawasan wajib vaksinasi. Tidak sembarangan orang dapat mengakses ruang publik serta menggunakan kendaraan umum jika belum melakukan vaksinasi. Maka, Sobat Pijar sesegera mungkin melakukan vaksinasi ya! Jangan lupa untuk mengajak keluarga dan orang-orang tersayang. Tidak sakit kok, hanya disuntik sebentar saja demi kesehatan bersama.

(Redaktur Tulisan: Muhammad Farhan)

Leave a comment