Hits: 151

Chairunnisa Asriani  Lubis

Pijar, Medan. Earth Hour Makassar, salah satu komunitas kampanye global tentang bumi kembali mengadakan webinar bertema “Bombe’ Sampah Plastik”. Webinar ini dilaksanakan pada Sabtu (11/9/21) pukul 15.00-17.00 WITA melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube Earth Hour Indonesia. Webinar yang berfokus pada pengenalan program Plastic Smart Cities sebagai upaya penanggulangan sampah plastik ini dipandu oleh Nanda Irma Aulia Desy Pratiwi dan menghadirkan 5 orang narasumber sebagai pembicaranya.

Plastic Smart Cities adalah program yang sedang digalakkan oleh yayasan World Wide Fund For Nature (WWF) Indonesia. Tri Agung Rooswiadji sebagai pembicara pertama sekaligus salah satu penggagas program ini menyampaikan bahwa Makassar adalah salah satu kota yang berpotensi menerapkan program ini.

“Isu sampah plastik sedang mewabah. Dengan banyak pertimbangan, kami memilih Makassar karena melihat adanya potensi implementasi Plastic Smart Cities ke depan. Di mana program ini akan mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara meminimalkan penggunaan plastik,” ungkapnya.

Penyampaian materi oleh Tri Agung Rooswiadji dalam webinar “Bombe’ Sampah Plastik” pada Sabtu (11/9/21) (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Kemudian Aryati Puspitasari selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar sebagai pembicara kedua menyampaikan tentang pengendalian penggunaan kantong plastik. Ia mengatakan sampah plastik di Makassar sudah mencapai angka 9%. Maka salah satu upaya penanggulangan sampah plastik tersebut adalah dengan menggunakan kantong belanja yang bukan berbahan plastik.

“Gunakanlah kantong belanjaan yang tidak berbahan plastik. Bahkan kalau bisa minum dengan menggunakan tumbler. Dengan begitu kita sebagai masyarakat sudah berpartisipasi dalam mendukung pengurangan penggunaan sampah plastik,” katanya.

Bicara sampah artinya bicara tentang kepedulian. Itulah yang disampaikan oleh Saharuddin Ridwan dan Suharni sebagai pembicara berikutnya. Mereka menyampaikan tidak pernah ada yang salah dengan plastik, tetapi kesalahan terletak pada manusianya.

Sampah adalah sesuatu yang dapat dijadikan sumber daya jika diperlakukan dengan baik. Misalnya dengan mendaur ulang sampah. Sampah organik sendiri dapat dijadikan sebagai kompos dan sampah anorganik bisa disalurkan ke bank sampah yang merupakan tempat pengelolaan sampah khusus anorganik sehingga nantinya dapat bernilai ekonomis.

Tak kalah menarik, Muhammad Akmal sebagai pembicara terakhir menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah plastik dengan cara mendirikan Rappo, yaitu sebuah usaha sosial yang memberdayakan perempuan di Kota Makassar dengan mengelola sampah plastik menjadi produk tas yang menawan. Akmal mengatakan bahwa tujuan Rappo adalah untuk mendukung program daur ulang sampah, pemberdayaan perempuan, serta demi kepentingan ekonomi bisnis yang berkelanjutan.

“Jadi Rappo adalah inovasi teknologi yang mendukung pengelolaan sampah plastik di Makassar. Rappo memberikan gambaran tentang apa yang kami lakukan yang semoga bisa memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan, juga mendukung  Plastic Smart Cities,” jelasnya di akhir acara.

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment