Hits: 140
Farrel Kresna Maruli Sibuea
Pijar, Medan. Setiap momen senggang terkesan begitu hampa tanpa ada tarian rasa di mulut. Begitu juga dengan kumpul bersama tidak akan berharga tanpa dibumbui kudapan khas yang dapat menambah keakraban secara berkelanjutan. Salah satu kudapan khas ini adalah Kue Gabin. Kue dengan tekstur yang menggugah selera kerap dinikmati kapan saja dan menjadi penyajian andalan bagi agenda-agenda besar.
Kue Gabin berasal dari kata “gabin” yang merupakan terjemahan Bahasa Belanda yaitu “Kaas” yang berarti keju. Dilansir dari laman liputan6.com, kudapan ini berasal dari orang-orang Eropa yang datang untuk memperkenalkan biskuit crackers ke wilayah Nusantara. Seiring berjalannya waktu, biskuit tersebut diadopsi dan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia.
Kudapan khas tradisional ini memiliki tekstur dari dua keping biskuit berbahan dasar tepung terigu, santan, dan gula. Cita rasa produk lokal ini menjadi pilihan camilan yang dapat menyenangkan emosi, terutama melalui rasa dari lapisan tekstur renyah dan lembut, serta isian manis dalam kue tersebut. Esensi ini membuat Kue Gabin sangat dicintai hingga kini.
Proses pembuatan Kue Gabin sangat sederhana. Pertama, masukkan paduan tepung terigu dan gula, lalu aduk merata hingga menjadi adonan kental. Kemudian, isi satu gabin dengan adonan isian dan ratakan dengan keping gabin lain. Selanjutnya, Kue Gabin dapat digoreng hingga kedua sisi menunjukan warna keemasan. Pastikan untuk menggunakan api kecil agar tekstur kue memiliki isian matang. Setelah ditiriskan, biarkan Kue Gabin sejenak agar tidak terlalu panas ketika disajikan.
Variasi Kue Gabin dapat dimodifikasi sesuai kreativitas pembuat kue, seperti diisi dengan lapisan rasa isian manis berupa coklat, keju, selai, pandan, bahkan isian yang asin untuk menambah ragam cita rasa tersebut. Tak hanya berisikan lelehan manis dan asin, olahan Kue Gabin juga dapat diubah dengan isian bergizi seperti sayuran dan buah-buah segar.
Kue Gabin juga banyak ditemukan pada gerai lokal dan juga toko roti. Hal ini menunjukan bahwa kudapan khas tradisional semakin populer di kalangan masyarakat. Kue dengan tekstur renyah, lembut dan manis ini juga digemari oleh penggemar kuliner luar negeri, di mana kudapan ini menjadi pilihan terbaik untuk memeriahkan suasana.
Kegemaran masyarakat terhadap Kue Gabin juga dapat dilihat pada perayaan besar seperti Hari Lebaran, Hari Natal, acara reuni, dan pernikahan. Ibarat sebuah kue dalam pesta menghasilkan cerita tersendiri, begitu juga pesta tanpa kue hanyalah sebuah pertemuan. Kehadiran Kue Gabin dapat mewujudkan suasana kehidupan dalam agenda sehari-hari. Kebersamaan dan persatuan menjadi esensi utama dari keberadaan kudapan khas tersebut.
Kue Gabin bukan sekadar makanan biasa, melainkan kebudayaan yang dimanfaatkan untuk membentuk narasi kebahagiaan dalam hidup. Selain itu, kekayaan tekstur dan lapisan yang menggoyahkan lidah membuat Kue Gabin menjadi salah satu kudapan tradisional yang banyak digemari oleh masyarakat umum, sampai-sampai diperkenalkan ke dunia internasional.
Jadi, tidak diragukan lagi bahwa setiap gigitan Kue Gabin adalah penunjang rasa syukur yang akan selalu menyinari hati. Setiap momen cicipan sederhana akan menghantarkan kehangatan secara istimewa pula.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

