Kue Gabin berasal dari kata “gabin” yang merupakan terjemahan Bahasa Belanda yaitu “Kaas” yang berarti keju. Dilansir dari laman liputan6.com, kudapan ini berasal dari orang-orang Eropa yang datang untuk memperkenalkan biskuit crackers ke wilayah Nusantara. Seiring berjalannya waktu, biskuit tersebut diadopsi dan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia.
Sewaktu kecil kita senang sekali ketika mendengar cerita dongeng yang menyenangkan, terlebih saat ayah kita yang melakukannya. Lewat novel berjudul “Ayahku (bukan) pembohong” ini Tereliye menyampaikan banyak makna tentang kesederhanaan hidup dan hakikat sesungguhnya dari kebahagiaan.
