Risty Novita / Hesmitha Eunike

Pijar, Medan.  Sobat Pijar masih ingat tidak dengan kasus yang merundung seorang anak bernama Rizal yang menjual jalangkote di Sulawesi? Hal ini menarik perhatian serta simpati banyak orang. Selain bersimpati terhadap hal yang menimpanya, banyak orang penasaran dengan gorengan yang dijual oleh Rizal. Lantas, seperti apa panganan jalangkote itu?

Jalangkote merupakan kuliner khas Makassar yang bisa disebut sebagai  jajanan “legend”. Namanya sendiri berasal dari kata “jalang” yang berarti jalan dan “kote” yang berarti berkotek-kotek atau berteriak. Dinamakan jalangkote karena sejarahnya jajanan ini dijual oleh anak-anak yang berkeliling sembari berteriak. Dilansir dari berbagai sumber, jajanan ini sudah ditetapkan sebagai top 10 kuliner khas kota Makassar oleh pemerintah setempat.

Jalangkote adalah kuliner yang berbahan dasar tepung terigu, kemudian diisi dengan berbagai varian isian. Biasanya dalamnya akan diisi dengan taoge, mie, potongan daging, wortel dan kentang yang dipotong dadu, dipadukan dengan laksa yang sudah ditumis bersama bawang putih, bawang merah, dan bumbu lain yang menjadi pelengkap isi dari jalangkote. Menariknya, isi dari jalangkote ini berbeda-beda loh di setiap daerah, contohnya di wilayah Jenepoto, jalangkote diisi dengan daging kuda. Wah, unik ya sobat Pijar?

Konon katanya, jalangkote ini kakak-beradik dengan pastel karena bentuknya yang sangat mirip. Bila dilihat sekilas, jalangkote dan pastel memiliki bentuk yang sama, namun jika dilihat lebih detail, kulit jalangkote jauh lebih tipis dibandingkan pastel. Jadi ketika dimakan, jalangkote terasa lebih garing dan renyah. Kalau pastel biasanya dimakan dengan cabe rawit, jalangkote biasanya disantap dengan sambal cair campuran cuka dan cabai. Tapi kembali lagi, setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menyantapnya, bukan?

Tak perlu jauh-jauh ke Makassar untuk menikmati kuliner jalangkote, sobat Pijar tentu bisa membuat sendiri jajanan yang satu ini. Resep dan pembuatan jalangkote pun terbilang sangat simpel dan dapat dilakukan oleh siapapun dan kapanpun. Dilansir dari detikfood, sobat Pijar perlu beberapa bahan, yaitu bahan untuk kulit jalangkote dan bahan isiannya. Untuk membuat kulitnya, dibutuhkan tepung terigu, minyak goreng, garam, margarin, dan air. Sementara, untuk isiannya antara lain taoge, wortel yang dipotong dadu, kentang, daging ayam cincang, irisan daun bawang, telur, sohun, minyak goreng, air, irisan tipis bawang merah dan putih, lada, garam, gula pasir, dan bubuk pala. Bahan untuk membuat kulit dicampur, kemudian diuleni hingga adonan kalis. Potong adonan tersebut, lalu dibentuk tipis. Untuk isiannya, tumis bawang merah dan bawang putih hingga wangi, kemudian masukkan daging ayam, kentang, wortel dan daun bawang diaduk merata. Tuangkan air dan aduk kembali hingga setengah matang. Campurkan taoge, sohun, garam, gula, lada, dan pala, lalu masak hingga matang. Ambil adonan kulit yang sudah jadi, isi dengan bahan isian, lipat dan rekatkan sisinya dengan putih telur, goreng dengan minyak panas hingga matang dan tiriskan. Jalangkote siap disajikan.

Sobat Pijar bisa membuatnya bahkan dapat menjualnya untuk menambah isi kantong, loh! Selamat mencoba, sobat Pijar!

 (Editor : Muhammad Farhan)

1 Comment

  • Bin
    Posted 20 November 2020 18:32 0Likes

    Wahhh ???

Leave a comment