Alvira Rosa / Dasmida

Pijar, Medan. Mungkin banyak yang tidak dapat membedakan, mana kue Pukis Banyumas dan kue Pancong. Bahkan banyak orang yang mengira kalau kue Pukis dan kue Pancong merupakan kue yang sama. Tetapi sebenarnya keduanya merupakan kue yang berbeda.

Semakin pesatnya teknologi serta semakin berkembangnya era modern ini, maka semakin terhimpit pula makanan lokal asli Indonesia, salah satunya kue Pukis. Kue Pukis ini merupakan jajanan tradisional khas Banyumas, Jawa Tengah dan populer juga di daerah jawa lainnya.

Kue Pukis Banyumas kini memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia. Jika hanya dilihat sekilas, kue Pukis dan kue Pancong memang memiliki bentuk yang mirip karena untuk memasaknya sendiri cetakan yang digunakan bentunya serupa. Hal yang membedakan kedua kue tersebut ialah bahan dasar dan bentuk penyajiannya. Di mana bahan dasar pembuatan kue Pukis menggunakan tepung terigu sedangkan untuk kue Pancong menggunakan tepung beras sebagai bahan dasarnya.

Selain itu kue Pukis Banyumas sendiri tidak menggunakan parutan kelapa seperti halnya kue Pancong. Dari namanya pun sudah jauh berbeda, yang mana kue Pukis Banyumas sudah pasti berasal dari Kota Banyumas sedangkan kue Pancong berasal dari Jakarta yang merupakan jajanan khas Betawi.

Dan untuk penyajiannya sendiri kue Pukis Banyumas terkesan lebih polos atau tanpa topping. Berbeda halnya dengan kue Pancong yang mana biasanya disajikan dengan topping tambahan seperti gula dan seres.

Selanjutnya untuk bagian teksturnya, kue Pukis Banyumas memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih manis. Juga kue Pukis Banyumas tidak akan menimbulkan  rasa serat di tenggorokan. Lain halnya dengan kue Pancong, kue ini lebih terasa gurih tapi bertekstur padat.

Untuk di era modern sekarang, kue Pukis yang berasal dari kota Banyumas ini disajikan dengan rasa yang beragam. Tidak hanya disajikan dengan rasa yang biasa, melainkan ditambah dengan adonan rasa cokelat, pandan, dan isian dalam berupa potongan-potongan pisang.

Jika biasanya kue Pancong dijual dengan  cara berkeliling menggunakan gerobak, maka lain halnya dengan kue Pukis Banyumas yang penjualannya ini biasanya dijual dengan menggunakan stelling. Bagi Sobat Pijar yang berada di Kota Medan, jika ingin mendapatkan kue Pukis Banyumas, bisa memesannya dari aplikasi ojek daring atau datang langsung ke outlet-nya yang berada di bagian dalam Medan Mall dan Thamrin Plaza basement yang mana outlet penjualannya hanya terletak di stan yang tersedia di lantai utama setelah pintu masuk.

Harganya cukup terjangkau, yakni Rp3500 dan dijual dengan aneka kue tradisional lainnya. Kue Pukis Banyumas tetap menjadi kue yang paling banyak diincar oleh masyarakat Kota Medan. “Kue Pukis yang lebih besar dan berbeda dengan kue-kue yang dijual dijalanan dengan harga yang sangat ramah dikantong yaitu dibanderol Rp3000 hingga Rp3500 per satuannya. Rasa yang lebih manis dan enak,” tutur Debby salah satu pelanggan yang menyukai kue Pukis Banyumas.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

Leave a comment