Martabak Manis vs Asin, yang Mana Jagoanmu?

Sumber foto: id.pinterest.com

Shofiyana Fadhiilah / Dasmida

Pijar, Medan. Siapa yang tidak kenal dengan makanan populer yang satu ini, makanan yang biasanya sering dijual saat sore hingga malam hari dan banyak dijumpai di pinggir jalan khususnya di Indonesia. Sampai saat ini masih menjadi perdebatan hangat bagi masyarakat, mana yang lebih enak martabak manis atau martabak asin? Oleh sebab itu, mari kita lihat perbedaannya!

Martabak manis atau biasa disebut juga terang bulan sendiri adalah martabak yang memiliki tekstur empuk dan agak kenyal serta memiliki rasa yang begitu manis. Martabak jenis ini berasal dari daerah Bangka Belitung, diciptakan oleh seorang warga keturunan Tionghoa dan memiliki nama asli Hok Lo Pan yang memiliki arti kue orang Hok Lo.

Rasa manis yang dimiliki oleh martabak manis adalah senjata utamanya untuk merebut hati peminat martabak terutama mereka yang merupakan kalangan pecinta makanan manis. Martabak ini memiliki variasi menu yang cocok dinikmati disaat waktu luang. Tak hanya itu saja, variasi menu martabak manis sendiri yang telah berevolusi menjadi beragam rasa, seperti Green Tea, Red Velvet, Nutella dan sebagainya. Variasi-variasi tersebut secara tidak langsung menjadi cara meng-update makanan ini sehingga orang tidak bosan dan banyak orang yang tertarik untuk mencoba variasi barunya.

Berbeda lagi dengan martabak asin, di kalangan masyarakat martabak ini biasa disebut sebagai martabak telur. Martabak ini sendiri berasal dari Yaman, tetapi ada juga sebagian orang yang menyebutnya berasal dari Mesir.

Didominasi oleh telur, martabak ini dibuat menggunakan kulit martabak yang memiliki isian seperti, daging cincang, daun bawang, sayur-sayuran, serta tambahan bumbu lainnya. Setelah digoreng, martabak ini akan memiliki tekstur yang renyah di bagian luarnya yang tentunya sangat berbeda dengan martabak manis.

Martabak ini biasanya akan dinikmati bersama dengan saus sambal maupun kuah yang telah diracik dan disediakan oleh penjual. Tidak jauh berbeda dengan martabak manis, jenis martabak ini juga memiliki varian rasa yang akan memanjakan lidah Sobat Pijar, misalnya isian keju, rendang, bulgogi, teriyaki dan lain-lainnya yang sudah dapat dijumpai disekitar kita.

Dalam hal kesehatan, kedua martabak ini tentunya memiliki gizi yang berbeda-beda loh, misalnya pada protein. Martabak asin lebih banyak memiliki protein dibandingkan dengan martabak manis. Dikarenakan martabak asin sendiri terbuat dari telur dan daging cincang. Yang mana semakin banyak telur dan daging sebagai isiannya, maka semakin banyak pula protein yang terkandung di dalamnya. Akan tetapi, apabila martabak manis memiliki topping keju yang berlimpah, tentunya kadar proteinnya akan lebih tinggi juga.

Selanjutnya, kandungan lemak di dalam martabak asin juga lebih tinggi dibandingkan dengan martabak manis. Tetapi, apabila topping yang digunakan pada martabak manis sangat beragam, maka lemak yang terkandung bisa sama bahkan lebih banyak dari martabak telur. Sementara itu, dari sisi kolestrol, martabak manis juga lebih rendah dibandingkan dengan martabak asin. Hal ini dikarenakan, banyaknya bahan yang mengandung kolestrol yang digunakan dalam pembuatan martabak asin, seperti telur, daging, serta minyak. Dimana penggunaan bahan dalam martabak manis sendiri kolestrolnya lebih rendah yaitu, tepung, mentega, coklat, dan kacang.

Berdasarkan ulasan dari kedua martabak tersebut, tentunya masing-masing jenis memiliki daya tarik dan rasa khasnya tersendiri. Jadi Sobat Pijar tim yang mana nih?

 

(Editor: Muhammad Farhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *