Hits: 31

Mhd Abdul Fattah

Pijar, Medan. Ketika mendengar nama Kota Medan, yang terbayang selain orangnya yang keras-keras pasti akan terlintas juga tentang berbagai kulinernya. Setiap tahun selalu bermunculan berbagai inovasi maupun ide-ide kreatif dari makanan, termasuk dalam menikmati martabak. Namun, ada satu olahan lain martabak yang sebenarnya sudah lama diminati dan hingga sekarang tetap menjadi pilihan jajanan malam di Kota Medan.

Martabak piring, namanya. Sesuai nama, martabak ini dimasak menggunakan piring aluminium di atas arang api dan memiliki ketebalan yang tidak biasa. Namun begitu, untuk urusan rasa tentunya tetap nikmat di lidah para pecinta martabak.

Mengulik sejarah martabak piring, sebenarnya asalnya bukanlah asli Medan. Martabak ini berasal dari Sumatera Barat. Berdasarkan pemaparan salah satu pedagang martabak piring di cabang Jl. Zainul Arifin, beliau mengungkapkan bahwa martabak ini berasal dari daerah asalnya. Setelah dirasa cocok, maka dikembangkan menjadi usaha dan memberikan kepuasan kuliner kepada masyarakat.

Apabila ditanya perbedaan martabak piring ini dengan martabak manis pada umumnya tidak lah ada. Hanya saja memang, martabak piring khas dimasak di atas arang sehingga menciptakan cita rasa yang luar biasa. Tekstur yang renyah dan juga manis membuat martabak sangat cocok dijadikan jajanan malam pengganjal perut dan pencuci mulut. Ada macamnya martabak ini, ada yang tipis maupun yang tebal. Namun keduanya tetap nikmat dijadikan jajanan masayarakat.

Fotografer : Mhd Abdul Fattah
                                                                                          Fotografer : Mhd Abdul Fattah

Untuk menemukan martabak piring ini, di kota Medan sangat terkenal dengan nama Martabak Piring Murni yang berada di beberapa tempat seperti jalan Selat Panjang, Komplek Asia Mega Mas dan jalan Pagaruyung.

Riris yang merupakan salah satu penikmat martabak piring ini mengungkapkan bahwa martabak piring ini menjadi pilihan untuk orang yang ingin makan martabak namun takut terlalu kenyang. Dengan lembutnya tekstur bagi yang suka adonan tebal, maupun garing bagi yang tipis. “Dan meskipun dimasak menggunakan arang, namun tidak menimbulkan bau asap dan apabila sudah diberi mentega, rasanya lebih nikmat,” ungkapnya.

Harga untuk jajanan martabak piring ini pun dapat dibilang sangat terjangkau. Dengan pilihan topping coklat, kacang, keju dan juga polos bagi mereka yang ingin merasakan adonan martabak asli.   Pecinta kuliner hanya cukup merogoh uang mulai Rp4000 hingga Rp7000 per porsinya.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

Leave a comment