Hits: 14

Hanina Afifah

Pijar, Medan. Dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan, tentunya tidak luput dari kehadiran buah mungil yang satu ini, yakni buah kurma.  Kurma umumnya sangat melekat dengan bulan Ramadan dan jarang ditemui pada bulan-bulan lainnya, lantaran buah ini menjadi makanan favorit sekaligus penyelamat ketika sahur ataupun berbuka, terlebih lagi sejumlah manfaat bisa didapatkan apabila rutin mengonsumsi buah ini.

Hadir dari Timur Tengah, ternyata kurma hanya dapat tumbuh di daerah gersang dan berpasir. Didukung juga oleh cuaca panas seperti Arab Saudi, Mesir dan Irak. Meski begitu, kurma tersebar luas diseluruh penjuru dunia. Salah satunya di Indonesia yang menjadikan buah ini sebagai salah satu makanan wajib ketika bulan Ramadan sehingga tidaklah sulit untuk menemuinya di tempat-tempat perbelanjaan.

Untuk mendapatkan tekstur kurma yang empuk dan lembut, ternyata harus melalui proses panjang terlebih dahulu yang kurang lebih memakan waktu 200 hari hingga mencapai tingkat kematangan yang sempurna saat dipanen. Lazimnya, semakin lama buah kurma dikeringkan maka semakin manis pula rasanya di dalamnya sebab kandungan fruktosa dan glukosa yang terus meningkat  serta serat kasarnya kian menurun setelah pengeringan yang panjang.

Rasanya yang manis membuat kurma kerap dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari kalangan muda hingga lanjut usia. Uniknya lagi, semakin berkembangnya zaman tak jarang pula kita temui berbagai olahan makanan atau minuman menggunakan buah kurma sebagai kandungan utamanya. Beberapa diantaranya seperti susu kurma, kue kurma, hingga bubur ketan kurma.

Sejumlah manfaat akan kita dapatkan apabila rutin mengonsumsi kurma seperti terpenuhinya kebutuhan gizi dikarenakan buahnya yang kaya akan vitamin, mencegah anemia atau kekurangan darah, mengurangi rasa lapar, dan dapat menjadi sumber energi cadangan sebab kandungan serat dan gulanya yang tinggi, serta dapat meningkatkan fungsi kerja otak.

Melansir dari kompas.com, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kurma dapat menurunkan inflamasi seperti interleukin 6 (IL-6) yang berpotensi memicu penyakit alzheimer.

Jika kita melihat dari segi ajaran agama Islam, terdapat sunnah Nabi Muhammad SAW yang  menganjurkan untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil. Setelah ditelusuri, ternyata pernyataan tersebut memang benar adanya setelah diuji melalui sebuah penelitian. Melansir dari Jatimulyo.Petah anan.Kebumen.com, Musthafa Mohamed Essa, Ph.D. menyatakan jika kurma dikonsumsi dalam jumlah ganjil, maka tubuh dapat mengubahnya menjadi karbohidrat. Sehingga, stamina menjadi terjaga dan bertambahnya kadar energi tubuh untuk beraktivitas sehari-hari.

Hal sebaliknya justru dapat terjadi. Apabila kurma dikonsumsi dalam jumlah genap, maka akan terjadi peningkatan kadar gula dalam darah dan potassium tanpa menghasilkan energi yang berarti.  Itulah alasan mengapa kurma sebaiknya dikonsumsi dalam kelipatan ganjil agar manfaat dari buah tersebut dapat tercapai dengan maksimal.

Berbagai jenis kurma dapat kamu nikmati mulai dari kurma ajwa, sukari, safawi, barhi, ruthon, dan lain sebagainya. Tidaklah sulit untuk mendapatkan kurma yang diinginkan, kamu dapat membelinya  melalui pusat perbelanjaan terdekat ataupun dari market place terpercaya.

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

Leave a comment