Hits: 51

 Putri Narsyla/Star Munthe

“Dengan cinta dan estetika, aku melawan gravitasi.”

Pijar, Medan. Dari India ke seluruh penjuru dunia, Yoga menjelma dari olahraga menuju gaya hidup populer. Melayang di udara bak tari akrobat. Menjaga keseimbangan di udara. Menyatukan kekuatan dan kelenturan menghasilkan cinta. Semua kalimat itu menyatu dalam olahraga bernama Floating Yoga (Flo-yo).

Menari-nari di udara, dengan estetika bertabur rasa kagum. Ternyata mencuri kalori dan mencurah kebugaran. Adalah flo-yo, yang indah dilihat, namun berat diaplikasikan. Butuh ketenangan yang akan menghasilkan lebih dari ketenangan dalam olahraga yang satu ini. Jika rutin dilakukan,  flo-yo dengan ganas akan menjelma menjadi musuh utama stres.

Flo-yo sejatinya adalah hasil inovasi dari yoga. Awalnya olahraga seperti yoga dilakukan di atas lantai, setelah mengalami banyak inovasi, yoga akhirnya bisa dilakukan di udara. Yoga yang dilakukan di udara kemudian akrab di sapa sebagai flo-yo.

Flo-yo adalah salah satu olahraga dengan gerakan fisik yang tujuannya tak berbeda dengan yoga pada umumnya, yakni kebugaran. Seperti namanya, Floating yang berasal dari bahasa inggris yang artinya mengambang. Maka defenisi tersebut pun relevan dengan pengaplikasian olahraganya, yakni gerakan fisik yang dilakukan dalam flo-yo ini adalah bergelantung di udara dengan posisi melawan gravitasi.

Saat melihat aktivitas flo-yo, cenderung muncul persepsi bahwa gerakan-gerakan yang dirangkai adalah mudah diaplikasikan. Sebenarnya dibutuhkan keseimbangan yang tinggi serta latihan secara berkala untuk mempelajari gerakan-gerakan yoga. Bahkan bagi pemula, flo-yo akan memberi rasa pening karena berputar-putar melawan gravitasi.

Dalam flo-yo, dikenal istilah Yoga Asanas yaitu gerakan yoga seperti meliuk-liukkan tubuh, membungkukkan tubuh, memutar-balikkan tubuh, inversi, rotasi hingga peregangan tubuh dan gaya berdiri. Namun, dibutuhkan alat-alat seperti hammocks, straps, dan swing (kain gantung lembut) yang berfungsi sebagai penopang tubuh yang sangat fleksibel untuk mewujudkan gerakan-gerakan Asanas.

Dilansir dari Glitzmedia.co, sama halnya dengan olahraga lainnya, flo-yo pun memiliki manfaat-manfaat positif bagi kebugaran tubuh, seperti; memperlancar pencernaan, meningkatkan keseimbangan, menguatkan otot tubuh, meningkatkan fleksibilitas,  mengurangi sakit punggung sampai menghilangkan stress. Selain itu, flo-yo juga dapat melancarkan peredaran darah dan mengencangkan tubuh serta masih banyak manfaat lainnya.

Namun, ada satu hal penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan aktifitas flo-yo, yakni disarankan untuk mengonsumsi makanan yang berenergi tinggi seperti sereal dan tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan berat setidaknya 2 jam sebelum melakukan flo-yo.

Dikutip dari Bisnis Indonesia, David Prossesor menyebutkan, “makanan yang paling cocok untuk flo-yo adalah makanan yang mengandung energi tinggi, seperti sereal dan minuman berenergi, sedangkan makanan yang tidak baik untuk latihan ini adalah makanan yang mengandung tingkat asam dan minyak yang tinggi.”

Jika tertarik untuk mencoba olahraga unik satu ini, tak perlu jauh ke negeri cina untuk menuntut ilmu flo-yo. Cukup dekat dengan kita, olahraga anti-gravitasi ini bisa ditemukan di Celebrity Fitness, Jl. K.H Zainul Arifin No.7, Medan.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

Leave a comment