Rempeyek atau biasa dikenal dengan ‘peyek’ merupakan makanan yang digoreng dan memiliki rasa gurih serta asin di mulut. Nama rempeyek bermakna rempah-rempah dan jiyek, karena berbahan dasar rempah-rempah dan menjadi bahan utama masakan tersebut. Jiyek memiliki arti gepeng dan lebar, sebab bentuk rempeyek yaitu gepeng, bulat, dan lebar.
Berbicara mengenai keragaman yang ada di Indonesia tentu tidak lepas dari yang namanya kuliner daerah atau makanan tradisional. Makanan tradisional di beberapa daerah Indonesia tentunya memiliki keunikan dan cita rasa sendiri sesuai dengan daerah asalnya. Mulai dari makanan berat seperti lauk pauk hingga berbagai olahan manis seperti kue tentu berbeda di setiap daerahnya.
Salah satu jenis olahan kue tradisional yang saat ini sudah
Teman-teman tahu makanan yang disebut dengan bacang? Mungkin makanan ini cukup terdengar asing di telinga. Bacang atau bakcang, merupakan makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan berisi daging, dibungkus dengan daun bambu dalam bentuk limas segitiga. Bakcang juga termasuk ke salah satu makanan tradisional dari masyarakat Tionghoa.
Diputer, dijilat, dicelupin! Semua orang pasti tidak asing lagi dengan tagline salah satu merek makanan yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia tersebut. Oreo, biskuit yang pertama kali dibuat pada tahun 1912 ini merupakan salah satu kudapan favorit warga dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Semua kalangan usia pasti sudah pernah mencicipinya.
Biji pacar cina atau pacin kering sendiri memiliki beberapa bentuk yang dijual di pasaran, ada yang berbentuk seperti mutiara, kotak-kotak dan ada juga yang berbentuk potongan kecil seperti korek warna-warni. Selain dapat ditemui dengan mudah di pasar, kita juga dapat membuat biji pacar cina sendiri di rumah.
Ragam jenis kue tradisional Indonesia memang tak pernah ada habisnya jika dibahas satu per satu. Mulai dari kue kering, kue basah, hingga kue kering setengah basah tersedia. Ini juga dibedakan oleh bahan-bahan pembutannya sehingga memberi rasa dan juga tekstur masing-masing kue yang berbeda.
Saat momen ramadan, hal yang paling menyenangkan dilakukan ialah ngabuburit dan berburu takjil bersama teman-teman. Berjalan-jalan ke tempat-tempat favorit dan melakukan reuni. Semua hal kita lakukan dengan bermai-ramai. Namun, ditengah pandemi Covid-19 ini, kita diimbau untuk melakukan isolasi mandiri. Tidak ada lagi ngabuburit, tidak ada lagi reuni, tidak ada lagi mudik bahkan bazar takjil pun tidak ada.
Mungkin banyak yang tidak dapat membedakan, mana kue Pukis Banyumas dan kue pancong. Bahkan banyak orang yang mengira kalau kue pukis dan kue pancong merupakan kue yang sama. Tetapi sebenarnya keduanya merupakan dua kue yang berbeda.
Semakin pesatnya teknologi serta semakin berkembangnya era modern ini, maka semakin terhimpit pula makanan lokal asli Indonesia, salah satunya kue pukis. Kue pukis ini merupakan jajanan tradisional khas Banyumas, Jawa Tengah dan populer juga di daerah jawa lainnya.
Ketika mendengar nama Kota Medan, yang terbayang selain orangnya yang keras-keras pasti akan terlintas juga tentang berbagai kulinernya. Setiap tahun selalu bermunculan berbagai inovasi maupun ide-ide kreatif dari makanan, termasuk dalam menikmati martabak. Namun, ada satu olahan lain martabak yang sebenarnya sudah lama diminati dan hingga sekarang tetap menjadi pilihan jajanan malam di Kota Medan.
Berbicara tentang kota Medan, soal kuliner tentunya tidak akan ada habis-habisnya. Medan dikenal sebagai kota dengan segudang kuliner menarik nan lezat yang terdapat di tiap sudut kotanya mulai dari makanan gurih hingga makanan manis.
