Tag: gender

Kepemimpinan Perempuan di Organisasi Kampus USU

Perguruan tinggi merupakan salah satu wadah yang tepat untuk mewujudkan pendidikan kesetaraan gender, misalnya melalui organisasi mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang merupakan kaum terpelajar seharusnya berperan sebagai agen perubahan menyuarakan nilai-nilai demokrasi dan kesetaraan hak antarsesama, salah satunya kesetaraan gender. Salah satu pertanyaan penting yang muncul adalah “apakah perempuan kerap menjadi pemimpin di organisasi mahasiswa?”

Webinar Public Woman Class- mediapijar.com

Diskusi Seputar Kesetaraan Gender dalam Webinar Public Woman Class

Dalam rangka mendorong dan mengoptimalkan kesetaraan gender, Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik (HUMANISTIK) Universitas Brawijaya (UB) turut mengadakan Public Woman Class 2022 (PWC 2022) dengan tema ”Realizing Sustainable Development by Supporting Gender Equality”

Jurnalis untuk Ketimpangan Tuberkolosis dari Sisi HAM dan Gender

Hingga kini isu mengenai Tuberkolosis masih menyelimuti dunia. Salah satu penyakit pernapasan ini tengah diupayakan untuk diberantas oleh berbagai organisasi kesehatan dan kementerian kesehatan Indonesia. Selain isu kehadirannya yang tak kunjung usai, Tuberkolosis juga mengandung banyak permasalahan tersembunyi yang masih kurang dilirik oleh berbagai pihak khususnya jurnalis.

Pasang Surut Kehidupan Aprilio Manganang

Aprilia Manganang, seorang mantan atlet voli putri yang namanya sudah melambung tinggi. Sebelum akhirnya sah mengganti nama menjadi Aprilio Perkasa, atlet voli yang kini menjadi prajurit TNI AD ini telah melalui banyak pasang surut di kehidupannya.

Pentingnya Kesetaraan Gender dalam Lembaga Pendidikan

Perempuan harus sejajar dengan laki-laki bukan tentang kompetisi, tetapi untuk menghilangkan stereotype terhadap perempuan yang ada di masyarakat karena kita tidak hanya memerangi bias gender, tetapi juga radikalisasi, kekerasan seksual, dan perundungan dalam pendidikan.

Tentang Pria Tidak Boleh Menangis dan Isu Maskulinitas

Belakangan ini kata toxic banyak dipakai oleh kalangan milenial untuk menjelaskan sesuatu yang menyusahkan dan merugikan orang lain. Mulai dari istilah toxic relationship, toxic positivity, hingga toxic masculinity yang menggambarkan deskripsi sempit tentang ‘kejantanan’.

Awalnya, toxic masculinity ini lahir dari konstruksi sosial masyarakat patriarkis, mengacu pada perilaku dan sikap kasar yang dikaitkan dengan lelaki. Istilah ini muncul pertama kali pada tahun 1990 yang dikemukakan oleh pakar psikologis, Shepherd Bliss.